Terkait Bus Karat, Pejabat Dishub Dipanggil Inspektorat DKI Jakarta

Kompas.com - 12/02/2014, 11:27 WIB
Gambar 1: Bus Transjakarta baru dengan nomor polisi B 7724 IV. Gambar 2: Instrumen dashboard tidak dibaut. Gambar 3: Kaca spion kanan rusak. Gambar 4: Tutup panel speedometer kendur. DOK. KOMPAS.comGambar 1: Bus Transjakarta baru dengan nomor polisi B 7724 IV. Gambar 2: Instrumen dashboard tidak dibaut. Gambar 3: Kaca spion kanan rusak. Gambar 4: Tutup panel speedometer kendur.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait bus baru transjakarta yang komponennya ditemukan berkarat, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Dradjat Adhyaksa membenarkan beberapa pejabat Dishub DKI dipanggil oleh Inspektorat DKI Jakarta. Namun, ia menampik apabila undangan tersebut disebut sebagai pemeriksaan. Sebab, hal tersebut tidak melibatkan pihak kepolisian.

"Kami hanya diundang Inspektorat. Selain saya, ada juga Pak Kepala Dinas (Udar Pristono) dan tim lainnya," kata Dradjat kepada Kompas.com, Rabu (12/2/2014).

Pihak Dishub DKI memaparkan segala permasalahan terkait bus transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) yang berkarat. Pemaparan itu berlangsung selama dua jam. Mulai dari pukul 15.00-17.00.

Segala hal yang ditanyakan pihak inspektorat, kemudian langsung dijawab oleh Dishub. Menurut Dradjat, Inspektorat hanya bekerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang dimiliki.

"Kalau kemudian, inspektorat mau ke lapangan, pool Cawang ya silahkan saja cek. Untuk keterangan lebih lanjut, coba ditanya ke Inspektur DKI, Pak Franky," kata dia.

Inspektur DKI Franky Mangatas Panjaitan mengatakan telah mendengar pemaparan Dishub DKI. Hasil peenelusuran ini kemudian akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pemeriksaan itu, lanjutnya, belum selesai. Namun, pihak inspektorat telah dapat menangkap intisari maupun info-info penting permasalahan bus berkarat itu.

Pihak pelaksana pengadaan, panitia pengadaan, dan tim pengawasan juga diperiksa. Rencananya, pemeriksaan ini akan berlangsung selama satu pekan. "Infonya, ada isu bus yang rusak dan harus dibuktikan penyebabnya apa. Setelah selesai penyelidikan, langsung kita laporkan ke gubernur," kata Franky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan info yang dihimpun, selain Inspektorat DKI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta juga ikut mengaudit pengadaan bus-bus tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap Berlaku di Sekitar TMII dan Ancol Saat Akhir Pekan

Ganjil Genap Berlaku di Sekitar TMII dan Ancol Saat Akhir Pekan

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Pelecehan: Pegawai KPI Fasilitasi Upaya Damai, Mustahil Komisioner Tidak Tahu

Kuasa Hukum Korban Pelecehan: Pegawai KPI Fasilitasi Upaya Damai, Mustahil Komisioner Tidak Tahu

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Pelecehan: Investigasi Internal KPI Mirip seperti Ngobrol-ngobrol

Kuasa Hukum Korban Pelecehan: Investigasi Internal KPI Mirip seperti Ngobrol-ngobrol

Megapolitan
Sederet PR Anies Usai Divonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Sederet PR Anies Usai Divonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Megapolitan
Saat Bioskop di Kawasan Blok M Sepi, Penularan Covid-19 Masih Menghantui

Saat Bioskop di Kawasan Blok M Sepi, Penularan Covid-19 Masih Menghantui

Megapolitan
Berpulang Jelang Bebas akibat Kebakaran Lapas Tangerang...

Berpulang Jelang Bebas akibat Kebakaran Lapas Tangerang...

Megapolitan
Anies Sebut Tuntutan dalam Gugatan Polusi Udara Sudah Dikerjakan Sebelum Putusan Majelis Hakim

Anies Sebut Tuntutan dalam Gugatan Polusi Udara Sudah Dikerjakan Sebelum Putusan Majelis Hakim

Megapolitan
UPDATE 16 September: 25 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 16 September: 25 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Bodetabek Diguyur Hujan Nanti Malam

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Bodetabek Diguyur Hujan Nanti Malam

Megapolitan
90 Orang Nonton di XXI BSD Plaza, Pengelola: Lebih Banyak dari Pembukaan Sebelumnya

90 Orang Nonton di XXI BSD Plaza, Pengelola: Lebih Banyak dari Pembukaan Sebelumnya

Megapolitan
Keseleo Usai Rampok Rumah di Tambora, Pemuda Ini Tak Bisa Kabur hingga Ditangkap Polisi

Keseleo Usai Rampok Rumah di Tambora, Pemuda Ini Tak Bisa Kabur hingga Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kadis Pastikan Bioskop yang Beroperasi di Tangsel Siap Jalani Protokol

Kadis Pastikan Bioskop yang Beroperasi di Tangsel Siap Jalani Protokol

Megapolitan
Sejumlah Pengunjung Mal Masih Takut Nonton di Bioskop, Tak Mau Ambil Risiko Tertular Covid-19

Sejumlah Pengunjung Mal Masih Takut Nonton di Bioskop, Tak Mau Ambil Risiko Tertular Covid-19

Megapolitan
Anies dan Luhut Tinjau Proyek Tanggul Laut di Muara Baru

Anies dan Luhut Tinjau Proyek Tanggul Laut di Muara Baru

Megapolitan
Kunjungi Pembukaan Bioskop di Bintaro Xchange Mall, Kadispar Sebut Penonton Masih Sedikit

Kunjungi Pembukaan Bioskop di Bintaro Xchange Mall, Kadispar Sebut Penonton Masih Sedikit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.