40 Persen Bilik dan Kotak Suara di Jakarta Pakai Kardus

Kompas.com - 18/02/2014, 10:19 WIB
Ketua KPU Sultra mengukur ketebalan bilik suara yang terbuat dari kardus yang tak sesuai spesifikasi, padahal logistik itu akan digunakan pada pemilu 2014 mendatang KOMPAS. COM/ Kiki Andi PatiKetua KPU Sultra mengukur ketebalan bilik suara yang terbuat dari kardus yang tak sesuai spesifikasi, padahal logistik itu akan digunakan pada pemilu 2014 mendatang
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 40 persen kebutuhan bilik dan kotak suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 terbuat dari kardus. Sebab, banyak kotak suara yang terbuat dari aluminium rusak dan hilang.

"Sebanyak 60 persen lainnya masih pakai aluminium. Tapi, kami menjamin keamanan kertas suara aman," kata Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno, kepada wartawan, Senin (17/2/2014).

Menurut Sumarno, total bilik suara yang diperlukan mencapai 68.180 unit, dan kotak suara sebanyak 51.135 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen tidak dapat digunakan lagi akibat rusak atau hilang. Sementara 60 persen sisanya dapat dipergunakan kembali tahun ini. KPU DKI mengeluhkan kurangnya fasilitas untuk menyimpan kotak suara dan bilik.

Meski kardus tidak sekuat kotak aluminium, keamanan tetap terjamin. Sebab, surat suara dan formulir akan ditempatkan di kotak aluminium.

"Di setiap TPS, kami usahakan ada kotak suara yang aluminium, Insya Allah aman," kata Sumarno.

Pemilihan kardus ini, kata Sumarno, sesuai dengan anggaran yang dialokasikan APBN. Menurutnya, hal itu tidak hanya terjadi di Ibu Kota, juga di kota lainnya.

Sumarni menyatakan, dengan kardus, penggunaannya hanya sekali pakai dan bisa langsung dimusnahkan. Jika menggunakan aluminium, harus ada anggaran untuk sewa gudang penyimpanan.

"Kalau pakai aluminium, perlu anggaran untuk sewa gudang selama 5 tahun," kata Sumarno.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Megapolitan
Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X