BOGOR, KOMPAS.com — Dua perwira penyidik Kepolisian Resor Bogor Kota keluar dari rumah mewah nomor 18 Blok C5, Jalan Danau Matana, Kompleks Duta Pakuan, Tegal Lega, Kota Bogor, Selasa (18/2/2014). Tidak banyak informasi yang diperoleh dari kedua penyidik itu.

Mereka irit bicara meski diberondong pertanyaan reporter media massa. Yang terang, kedatangan mereka untuk menyelidiki kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap 15 pekerja rumah tangga di rumah mewah itu. Pelakunya diduga M, istri Brigadir Jenderal (Pol) MS, petinggi di Mabes Polri.

Rumah itu berlantai dua, berwarna dinding merah jambu, berwarna atap hijau, berpagar setinggi 3 meter disertai lilitan kawat berduri di pucuknya. Di bagian atas tampak antena televisi berbayar.

Kasus ini berawal dari laporan seorang pekerja perempuan MS bernama Yuliana Leiwer (19) ke Polres Bogor Kota, Jumat (14/2/2014). Yuliana mengadu telah mengalami penganiayaan fisik dan tidak digaji selama tiga bulan oleh istri MS.

Yuliana bekerja di rumah keluarga MS sejak November 2013. Selain dirinya, ada 14 pekerja lagi. Yuliana adalah satu dari sembilan pekerja perempuan. Selain itu, ada enam pekerja lelaki.

Yuliana mengadu bahwa selama bekerja, para pekerja kerap mendapat perlakuan kasar, yakni ditampar dan dicakar oleh M, istri MS. Alasan majikan, kerja pekerja keliru meski kesalahan amat kecil.

Mereka dipekerjakan pukul 05.00-24.00. Selepas itu, mereka baru boleh beristirahat. Jenis pekerjaan beragam, antara lain sebagai penjaga rumah, pekerja kebun, dan pemasak. Namun, mereka tidak digaji.

Yuliana tidak betah dan mencoba kabur. Namun, upaya melarikan diri ternyata sulit terwujud karena jendela berteralis dan pagar berkawat duri. Selain itu, juga ada petugas jaga.

Dalam satu kesempatan, Yuliana yang berasal dari Aru Selatan, Maluku Tenggara, bisa mendapatkan kembali telepon seluler dan mengirim pesan singkat (SMS) berisi permintaan tolong kepada kerabat. Salah satunya adalah seorang anggota TNI.

Pada Kamis (13/2/2014) siang, ada 20 lelaki datang ke rumah ketua RT setempat, Hendardi. Tujuannya meminta izin untuk mendatangi rumah MS guna menyelamatkan Yuliana.