Mantan Wagub: Bus Berkarat karena Lama di Laut, Itu Jawab Asal-asalan

Kompas.com - 19/02/2014, 16:19 WIB
Bus-bus baru transjakarta yang berada di UP Transjakarta Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/2/2014). Sejumlah bus transjakarta yang baru dibeli Pemprov DKI dari China ditemukan dalam kondisi tidak laik. Sebanyak 5 bus transjakarta gandeng dan 10 bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan pada sejumlah komponen. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESBus-bus baru transjakarta yang berada di UP Transjakarta Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/2/2014). Sejumlah bus transjakarta yang baru dibeli Pemprov DKI dari China ditemukan dalam kondisi tidak laik. Sebanyak 5 bus transjakarta gandeng dan 10 bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan pada sejumlah komponen.
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menilai alasan karat pada bus baru transjakarta dan bus kota terintegrasi bus transjakarta (BKTB) yang mengalami kerusakan sebagai alasan yang mengada-ada.

"Kalau dari penjelasan penyelenggara pengadaan itu, siapa saja, ngomong karatan itu karena lama di laut, itu cuma jawab asal-asalan. Kalau itu alasan pembenaran benar, maka sak kapal iku karatan kabeh (seisi kapal itu karatan semua, red)," ujar Prijanto di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

KOMPAS.com/Icha Rastika Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto

Prijanto mendukung penyelidikan terhadap pengadaan bus baru transjakarta dan BKTB tersebut, terutama untuk mencocokkan kualitas bus dan spesifikasinya. Terlebih lagi, kata dia, menyusul beberapa bus transjakarta yang mogok di jalan, padahal pembeliannya masih baru.

"Ada harga ada rupa. Kalau harganya mahal, seharusnya baik. Kalau ternyata enggak baik, itu berarti murah. Lah kalau itu murah terus belinya mahal, berarti ada yang hilang," kata pria yang menjabat sebagai Wagub pada era Gubenur Fauzi Bowo tersebut.

Sampai saat ini, Inspektorat DKI belum mengeluarkan kesimpulan atas pemeriksaan terhadap pegawai dari Dinas Perhubungan, panitia lelang, panitia pengadaan barang, dan pengawas pengadaan bus tersebut. Inspektorat belum memanggil importir bus untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas mengatakan, dirinya optimistis dapat menyelesaikan proses penyelidikan dalam dua minggu ke depan. Namun, ia enggan berspekulasi mengenai adanya pelanggaran pidana dalam kasus tersebut. "Itu bukan wewenang saya untuk menyampaikan materinya karena saya bukan aparat hukum," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Megapolitan
Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Megapolitan
Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Megapolitan
Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Megapolitan
Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Megapolitan
Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Megapolitan
Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Megapolitan
3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

Megapolitan
Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Megapolitan
[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

Megapolitan
Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Megapolitan
Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X