Kompas.com - 20/02/2014, 10:31 WIB
Pengendara kendaraan bermotor harus berhati-hati melewati Jalan RE Martadinata, Pamulang, Tangerang Selatan, yang rusak parah. Tidak hanya jalan, trotoar pun rusak parah dan tidak bisa dilalui pejalan kaki. KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOPengendara kendaraan bermotor harus berhati-hati melewati Jalan RE Martadinata, Pamulang, Tangerang Selatan, yang rusak parah. Tidak hanya jalan, trotoar pun rusak parah dan tidak bisa dilalui pejalan kaki.
EditorAna Shofiana Syatiri

Berbeda dengan jalan lingkungan lain di kawasan Tangsel yang telah dibeton, ruas jalan itu masih mengandalkan lapisan aspal. Tahun ini, kata Retno, pihaknya akan berupaya memperbaiki jalan lingkungan yang masih rusak.

Belum tuntas

Selain kerusakan, proyek pembangunan jalan di Tangsel juga menghambat mobilitas warga. Di depan Pamulang Square, pembangunan pelebaran jalan belum tuntas. Pembetonan masih tampak terpotong-potong sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Di ruas jalan penghubung antara Pamulang 2 dan Bumi Serpong Damai, tiang-tiang listrik belum dipindahkan dari ruas jalan yang telah dilebarkan. Beberapa pengendara nyaris menabrak tiang yang saat ini berada di tengah badan jalan itu.

Sampah

Selain jalan rusak, perluasan TPA Cipeucang, Serpong, juga terhambat. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pertamanan Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Tangsel M Taher Rochmadi. Pembangunan beton untuk pagar keliling kawasan TPA belum bisa dikerjakan karena masih menunggu anggaran.

Pengelolaan sampah di tingkat RT/RW hingga kelurahan di Tangsel juga memburuk. Meski sudah ada program dari bank sampah sampai pengelolaan terpadu, sampah di perumahan malah tidak terurus.

”Dulu, sampah diambil setiap hari, kadang pagi kadang sore. Namun, mungkin sudah 3-4 bulan ini sampah yang menumpuk beberapa hari baru diambil. Desember 2013 lalu malah pernah sampai satu minggu sampah tidak diambil,” kata Wahid, warga RW 009, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel. Sesuai informasi yang beredar di masyarakat, sampah tidak diambil setiap hari karena jadwal pengangkutan sampah oleh Dinas Kebersihan Kota Tangsel tidak bisa dipastikan.

Kurang fokus

Koordinator Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik Udai Suhada mengatakan, Airin terlihat tidak fokus mengurusi pemerintahan kota karena disibukkan dengan kasus yang menjerat suaminya, Tubagus Chaeri Wardana.

”Kalau kita lewat di wilayah Tangsel, memprihatinkan, jalan rusak. Langsung dirasakan oleh publik bahwa penyelenggaraan pembangunan atau pelayanan publik tidak berjalan optimal,” kata Udai.

Selain itu, lanjut Udai, kondisi psikologis para pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel juga dibalut rasa takut dan serba salah. ”Mereka takut ikut digaruk KPK,” katanya. (NEL/MKN/PIN/JOS/RAY)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Megapolitan
Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Megapolitan
Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X