Kompas.com - 20/02/2014, 19:29 WIB
Bus tingkat wisata melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014). Kelima bus tingkat wisata itu tengah diujicoba berjalan menyusuri rute yang akan ditempuh. Rencananya Senin (24/2/2014) bisa dinikmati warga Jakarta. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHABus tingkat wisata melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014). Kelima bus tingkat wisata itu tengah diujicoba berjalan menyusuri rute yang akan ditempuh. Rencananya Senin (24/2/2014) bisa dinikmati warga Jakarta.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
- Pekan ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menguji coba pengoperasian bus tingkat wisata. Warga yang ikut dalam uji coba itu merasa terkesan, tetapi juga memberikan catatan atas bus tersebut.

Uji coba itu antara lain diikuti oleh anggota Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DKI Jakarta. Tetty Arianto (45), salah satu anggota Asita yang diundang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk ikut serta dalam uji coba, memuji keberadaan bus tersebut.

"Rata-rata di kota besar memang sudah seharusnya memiliki ini (bus tingkat pariwisata). Thank you, Pak Jokowi, Pak Ahok," katanya sembari mengangkat kedua jempol kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2014) siang.

Menurut Tetty, perusahaan travel tempatnya bekerja perlu menguji coba bus tersebut. Dengan demikian, mereka dapat menceritakan kepada klien mereka yang sebagian besar adalah turis asing. "Kita ini kan bisnis tidak kelihatan, jadi harus coba dulu sebelum kita ceritakan ke klien," ujarnya.

Kasriyono (50), seorang karyawan, menyempatkan diri untuk mencoba bus tingkat wisata saat melaju dari pintu barat Monumen Nasional. Kasriyono cukup puas saat naik bus itu. Menurutnya, tempat duduknya sudah nyaman, AC-nya pun dingin. Namun, ia menyayangkan plafon di lantai atas bus terlalu pendek.

"Deck-nya kurang tinggi, kalau bule jalan bisa mentok. Tingginya perlu disesuaikan," katanya kepada Kompas.com.

Menurut Kasriyono, posisi kamera CCTV di tengah plafon bus bisa jadi mengganggu penumpang jangkung yang sedang berjalan. Jika penumpang tidak memperhatikan keberadaan kamera tersebut, kepalanya bisa terantuk kamera.

Sopir bus tersebut, Sumiyati (43) mengatakan, tinggi plafon bus ini sudah dihitung dan diperkirakan dengan cermat. "Kalau lebih tinggi lagi nanti enggak bisa lewat jembatan. Kan biasanya itu (jembatan) tingginya 5 meter. Rambu-rambu di jalan juga sama," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman memastikan bahwa bus wisata tersebut sudah memenuhi standar internasional. Bus itu juga sudah lulus sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Uji coba bus dilaksanakan untuk membiasakan para petugas melayani penumpang di dalam bus. Bus double decker itu diuji coba hingga Minggu (23/2/2014). Pada Senin keesokan harinya, kelima bus wisata tersebut akan berkeliling Jakarta dan dioperasikan untuk umum.

Rute yang ditempuh mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Bus hanya akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X