Kompas.com - 24/02/2014, 11:15 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar Mabes Polri mengambil alih kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap 17 pekerja rumah tangga (PRT) yang dilakukan oleh M, istri Brigadir Jenderal (purn) MS. IPW menilai, Polres Bogor Kota yang menangani kasus ini seolah ragu dalam mengusut kasus tersebut karena melibatkan istri mantan petinggi di Mabes Polri.

“Kasus ini sebaiknya diambil alih Polda atau Mabes Polri agar bisa tuntas,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kepada wartawan, Senin (24/2/2014).

Keraguan itu, kata Neta, terlihat dari belum diperiksanya dan ditetapkannya M sebagai tersangka atas kasus ini. Jika dibiarkan, kata dia, akan menjadi preseden buruk bagi pembangunan citra Polri sebagai aparat penegak hukum di masyarakat.

Neta menambahkan, setidaknya ada empat hal yang dapat disangkakan penyidik kepada M, yaitu dugaan telah melakukan tindakan penganiayaan, tidak membayar gaji, penyekapan, dan eksploitasi terhadap anak di bawah umur.

Sangkaan yang disebutkan Neta senada dengan laporan Yuliana Leiwer (19), salah seorang PRT yang bekerja di rumah Brigjen (purn) MS, ke Polres Bogor Kota. Dalam laporannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Bogor Kota, Yuliana mengadu telah terjadi tindakan penyekapan di rumah MS. Ia juga mengadu telah menjadi korban penganiayaan fisik dan tidak digaji selama tiga bulan bekerja oleh M.

“Jenderal purnawirawan itu juga harus diperiksa karena ia terkategori membiarkan terjadinya kejahatan di rumahnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, selama bekerja, para pekerja di rumah mewah seluas 500 meter persegi itu kerap mendapat perlakuan kasar, yakni ditampar dan dicakar oleh M. Penyiksaan itu diterima para pekerja apabila berbuat kesalahan.

Mereka dipekerjakan dari pukul 05.00 sampai pukul 24.00. Selepas itu, mereka baru boleh beristirahat. Alat telekomunikasi, yakni telepon seluler milik pekerja, disita majikan. Tujuannya, agar kekerasan yang dialami mereka tidak tersebar atau diketahui orang lain dan kerabat.

Yuliana tidak betah dan mencoba kabur. Namun, upaya melarikan diri ternyata sulit terwujud karena jendela berteralis dan pagar berkawat duri. Selain itu, juga ada petugas jaga.

Pada satu kesempatan, Yuliana bisa mendapatkan kembali telepon seluler dan mengirim pesan singkat (SMS) berisi permintaan tolong kepada kerabat. Keluarga kemudian datang dan mengambil Yuliana dari keluarga MS. Selanjutnya, Yuliana melaporkan penyiksaan yang dialaminya ke Polres Bogor Kota.

Berdasarkan penelusuran Kompas, peristiwa yang menimpa belasan pekerja itu mengulangi kejadian serupa pada September 2012. Waktu itu, 12 pekerja asal Nusa Tenggara Timur kabur dari rumah MS karena mendapat siksaan dan tak digaji. Kala itu, mereka kabur dan mencoba mencari pertolongan ke kantor PT Jasa Marga (Persero), Tol Jagorawi, Baranangsiang, Kota Bogor. Keberadaan mereka diketahui petugas yang kemudian datang menjemput. Selanjutnya mereka dirawat dan dipulangkan ke daerah masing-masing.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR RS Rujukan Covid-19 di Bekasi Melonjak, Pekan Lalu 7 Persen, Kini Nyaris 22 Persen

BOR RS Rujukan Covid-19 di Bekasi Melonjak, Pekan Lalu 7 Persen, Kini Nyaris 22 Persen

Megapolitan
Kadis Pendidikan: Jangan Sampai karena PTM Ada yang Terpapar Covid-19

Kadis Pendidikan: Jangan Sampai karena PTM Ada yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Setelah Diundang Anies, JRMK Batal Gelar Demo Akbar di Balai Kota

Setelah Diundang Anies, JRMK Batal Gelar Demo Akbar di Balai Kota

Megapolitan
Jelang Imlek, Warga Berburu Permen dan Kue Keranjang di Pecinan Glodok

Jelang Imlek, Warga Berburu Permen dan Kue Keranjang di Pecinan Glodok

Megapolitan
Bantah Twit Viral, Polisi Pastikan 2 Orang yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online adalah Penjambret

Bantah Twit Viral, Polisi Pastikan 2 Orang yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online adalah Penjambret

Megapolitan
Fortuner Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Hantam Avanza di Tol Dalam Kota

Fortuner Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Hantam Avanza di Tol Dalam Kota

Megapolitan
Langgar Jam Operasional, Duck Down Bar di Jakarta Selatan Disegel Polisi

Langgar Jam Operasional, Duck Down Bar di Jakarta Selatan Disegel Polisi

Megapolitan
16 Obyek di Jakarta Utara Direkomendasikan sebagai Cagar Budaya

16 Obyek di Jakarta Utara Direkomendasikan sebagai Cagar Budaya

Megapolitan
Penyelundupan 11 Kg Sabu Berhasil Digagalkan, Barang Dimasukkan ke Dalam Ban Mobil

Penyelundupan 11 Kg Sabu Berhasil Digagalkan, Barang Dimasukkan ke Dalam Ban Mobil

Megapolitan
107 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Suyoto, 3 Terkonfirmasi Omicron

107 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Suyoto, 3 Terkonfirmasi Omicron

Megapolitan
Pramudi Bus TransJakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri Dihadiahi Emas Antam

Pramudi Bus TransJakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri Dihadiahi Emas Antam

Megapolitan
PTM di Kota Tangerang Akan Kembali Diterapkan Saat Kasus Covid-19 Melandai

PTM di Kota Tangerang Akan Kembali Diterapkan Saat Kasus Covid-19 Melandai

Megapolitan
Cegah Perempuan Hendak Bunuh Diri, Pramudi Transjakarta Diberikan Piagam dan 5 Gram Emas

Cegah Perempuan Hendak Bunuh Diri, Pramudi Transjakarta Diberikan Piagam dan 5 Gram Emas

Megapolitan
Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Capai 4.000, Epidemiolog: Belum Seberapa Dibanding Nanti Februari

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Capai 4.000, Epidemiolog: Belum Seberapa Dibanding Nanti Februari

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: 115 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

UPDATE 27 Januari: 115 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.