Tak Layak, Perusahaan Ini Bisa Lolos Tender Bus Transjakarta

Kompas.com - 25/02/2014, 08:04 WIB
DOK. KOMPAS.com Gambar 1: Bus Transjakarta baru dengan nomor polisi B 7724 IV. Gambar 2: Instrumen dashboard tidak dibaut. Gambar 3: Kaca spion kanan rusak. Gambar 4: Tutup panel speedometer kendur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejanggalan dalam proses tender pengadaan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) terus terkuak. Terkini, diketahui bahwa perusahaan yang tidak menang tender pengadaan bus yang pertama, rupanya bisa memenangkan tender paket pengadaan bus yang lainnya.

Sumber Kompas.com menyebut, perusahaan yang dimaksud yakni PT Putriasi Utama Sari. Perusahaan yang beralamat di Jalan Tomang Raya, Nomor 12D, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, tersebut adalah pemenang tender pengadaan bus transjakarta gandeng (articulated bus) paket II dengan nilai kontrak Rp 40,536 miliar.

"Perusahaan yang sama ikut juga tender di Paket I, tapi kalah karena dia tak memenuhi syarat. Tapi di paket II dia bisa menang," ujar sumber, saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Keanehan yang pertama, lanjut sumber, perusahaan itu kalah pada pengadaan bus Paket I lantaran sebagai agen bus tidak memiliki Surat Pengakuan sebagai Agen Tunggal dari Kementerian Perindustrian sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 295/M/SK/70/1982 tanggal 7 Juli 1982 Pasal 28 dan 29 tentang Keagenan Tunggal.


Tidak hanya itu, PT Putriasi Utama Sari juga tidak memenuhi Keputusan Kementerian Perindustrian Nomor 428/M/SK/12/1987 tentang Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat Berat yakni Pasal 2 Ayat 2, Pasal 4 Ayat 1 dan 2, Pasal 5 serta Pasal 6 Ayat 1 dan 2. Tender paket I diketahui dimulai lebih dulu dari tender paket II.

Keanehan kedua adalah, setelah gagal pada tender paket I, tender paket II yang dilakukan Mei 2013 dibatalkan oleh Dishub DKI dengan alasan tidak ada peserta. Tender paket II kembali dibuka Juni 2013. Rupanya perusahaan itu dalam kurun waktu sebulan mengurus syarat-syarat yang menyebabkan dia kalah pada tender paket sebelumnya.

"Jadi seperti sudah diatur pemenangnya siapa. Dishub DKI itu nunggu dulu syarat si perusahaan lengkap," ujarnya.

Perusahaan kedua dengan pola serupa yakni PT Korindo Motors. Perusahaan yang beralamat di Jalan MT Haryono Kavling 62, Jakarta Selatan, itu kalah di dalam tender pengadaan bus transjakarta jenis gandeng (articulated) Paket IV. Perusahaan itu kalah lantaran surat penawaran harga yang disampaikan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan.

Kedua, jaminan penawaran tidak disampaikan di dalam dokumen penawaran. Namun, nyatanya perusahaan tersebut tiba-tiba menjadi pemenang pengadaan bus Transjakarta gandeng Paket I.

"Semua paket kan syaratnya sama. Pertanyaannya, kenapa ada perusahaan yang tidak lolos di tender satu karena syaratnya tak lengkap, tapi rupanya lolos di tender yang lainnya," lanjutnya.

Bahkan, kata sumber tersebut, kejanggalan pengadaan tender bus sampai pada kesalahan pengetikan kop surat. Seharusnya, kop surat pengumuman pemenang tender dan sebagainya ditulis 'pengadaan barang dan jasa'. Namun, yang tertulis di kop surat dokumen pengadaan barang yakni 'Bidang Pekerjaan Konstruksi 1'.

No comment!

Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta sekaligus Ketua Tim Penerimaan dan Pengawasan Barang Drajat Adhyaksa enggan berkomentar atas temuan tersebut. Ia menyerahkan kasus itu ke Inspektorat Pemprov DKI Jakarta. Adapun, segala hal yang berhubungan dengan informasi kasus itu, ia menyerahkannya ke Kepala Dinas Perhubungan Jakarta yang baru Muhammad Akbar.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X