Bus Transjakarta: Baru tapi Bekas

Kompas.com - 05/03/2014, 16:18 WIB
Bus-bus baru transjakarta yang berada di UP Transjakarta Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/2/2014). Sejumlah bus transjakarta yang baru dibeli Pemprov DKI dari China ditemukan dalam kondisi tidak laik. Sebanyak 5 bus transjakarta gandeng dan 10 bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan pada sejumlah komponen. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESBus-bus baru transjakarta yang berada di UP Transjakarta Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/2/2014). Sejumlah bus transjakarta yang baru dibeli Pemprov DKI dari China ditemukan dalam kondisi tidak laik. Sebanyak 5 bus transjakarta gandeng dan 10 bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan pada sejumlah komponen.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran bus ”baru tapi bekas” menodai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki pelayanan bus transjakarta sebagai basis transportasi massal yang dapat diandalkan.

Diduga ada indikasi kecurangan dokumen dalam tender dan proses lelang, seperti penggelembungan harga dan pemenang tender yang telah ditentukan. Hingga kini, Inspektorat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih melakukan pemeriksaan.

Jumlah penumpang bus transjakarta yang meningkat, sejak 2004 hingga kini, memberi harapan sekaligus pekerjaan rumah bagi Pemprov DKI Jakarta. Keberadaannya sebagai moda transportasi massal diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengurai kemacetan kota Jakarta. Namun, hal ini juga menjadi pekerjaan rumah karena Pemprov DKI Jakarta harus segera menyediakan armada tambahan bus transjakarta.

Sayangnya, niat Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kapasitas lewat penambahan bus baru harus tersandung kasus ”bus baru tetapi kondisi seperti bekas” sehingga menimbulkan masalah baru. Kekisruhan berawal dari temuan lima dari 90 bus transjakarta dan 10 dari 18 unit bus kota terintegrasi bus transjakarta (BKTB) yang mengalami kerusakan pada beberapa komponen, sehari setelah diluncurkan penggunaannya.

Onderdil bus bermasalah, seperti fanbelt putus, AC tidak berfungsi dengan baik, spidometer tidak berfungsi, radiator dan tutup filter oli berkarat, dan pintu otomatis macet. Bus-bus yang bermasalah merupakan pasokan dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) PT San Abadi, vendor dari PT Saptaguna Dayaprima.

PT San Abadi berkilah bus berkarat terjadi saat proses pengapalan. Pada saat terapung di lautan dalam cuaca badai, proses korosi komponen bus-bus terjadi. Namun, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, kondisi mobil berkarat pada saat pengiriman hanya mungkin terjadi apabila kendaraan tidak dilengkapi dengan anti karat, seperti lilin yang melapisi bodi kendaraan pada saat dikapalkan.

Buntutnya, Gubernur DKI Joko Widodo mencopot Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono. Pemprov DKI memutuskan untuk tidak melunasi pembayaran bus yang rusak. Inspektorat DKI ditunjuk untuk menyelidiki kasus itu, mulai dari pelaksanaan lelang hingga spesifikasi bus.

Menilik ke belakang, indikasi kecurangan pengadaan bus transjakarta pernah terjadi pada 2003-2004. Komisi Pemberantasan Korupsi pernah mengusut pengadaan bus untuk bus transjakarta Koridor I jurusan Blok M-Kota oleh Dishub DKI pada 2003-2004. Saat itu, KPK menetapkan mantan Kepala Dishub DKI Jakarta Rustam Effendy Sidabutar sebagai tersangka. Diduga, ada penggelembungan harga dalam lelang pengadaan bus.

Lelang bus

Tahun 2013, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengadaan sekitar 310 bus transjakarta dan 346 BKTB. Dishub DKI Jakarta menjadi pemegang kuasa anggaran sekaligus panitia lelang pengadaan bus transjakarta. Proses lelang dilakukan dalam 10 paket, terdiri dari lima paket bus gandeng (articulated bus) dan lima paket bus single. Masing- masing paket bus gandeng terdiri dari 30 unit dengan pagu anggaran per paket sebesar ± Rp 120 miliar. Sementara itu paket bus single terdiri dari tiga paket masing-masing 36 unit, dan dua paket masing-masing 35 unit. Proyek pengadaan ini mencapai nilai Rp 848 miliar.

Spesifikasi teknis ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012. Spesifikasi bus direncanakan oleh BPPT, antara lain memiliki dek tinggi, bahan bakar gas, memiliki tangki compressed natural gas (CNG) tipe IV atau terbaru. Bus diperbolehkan completely build up (CBU) atau completely knock down. Peserta lelang harus perusahaan pembuat bus, karoseri, atau importir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X