Kompas.com - 10/03/2014, 15:18 WIB
Sejumlah penumpang KRL jurusan Bogor berdesakan saat berhenti menaikan penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012) sore. Akibat hujan deras yang mengguyur Bogor,Jawa Barat, membuat genangan air sampai ke rel terjadi di antara Stasiun Bojonggede hingga Bogor. Imbas dari itu, semua perjalanan KRL hanya sampai Depok.  BERITA kOTA/ANGGA BN Sejumlah penumpang KRL jurusan Bogor berdesakan saat berhenti menaikan penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012) sore. Akibat hujan deras yang mengguyur Bogor,Jawa Barat, membuat genangan air sampai ke rel terjadi di antara Stasiun Bojonggede hingga Bogor. Imbas dari itu, semua perjalanan KRL hanya sampai Depok.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Bekasi - Jakarta Kota mengalami gangguan pantograf di Buaran Jakarta Timur, Senin (10/3/2014) pukul 12.04. KRL tersebut sempat mengeluarkan asap dan membuat para penumpang panik.

"Iya tadi ada gangguan pantograf sekitar pukul 12.04 sempat membuat asap juga," kata Humas KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunissa, saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Eva melanjutkan, KRL sempat diperbaiki secara sementara di lokasi kejadian sekitar pukul 12.25. Selanjutnya, KRL menuju ke Dipo Bukit Duri untuk perbaikan lanjutan. Adapun akibat dari gangguan tersebut penumpang dialihkan ke kereta selanjutnya.

Sempat terjadi gangguan jadwal KRL akibat kejadian tersebut. Ami (22), salah satu pengguna KRL, mengaku gangguan KRL meresahkan.

"Saya terganggu banget sama gangguan KRL. Soalnya sering banget apalagi kalau di atas jam 20.00 sampai 21.00. Saya terganggu banget nyampe rumahnya malem terus," keluhnya.

Selain itu, lanjut Ami, gangguan tersebut juga menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di setiap stasiunnya.

Sebelumnya Dirut PT KAI, Ignasius Jonan mengatakan permasalahan utama dari KRL adalah persinyalan yang sering mengalami gangguan. "Sinyal sudah diperbaiki terus, tapi kan semua bertahap, kalau mau bagus diganti semua menjadi baru," ujar Jonan.

Namun, lanjut Jonan, pergantian sinyal baru sulit direalisasikan. Pasalnya, hal ini mengharuskan KRL berhenti beroperasi selama tiga hingga enam bulan. Sementara, biaya perbaikan sinyal bisa menghabiskan dana mencapai Rp 3 triliun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kecelakaan Truk di Cilincing, Wilayah Yos Sudarso Tanjung Priok Macet Parah

Ada Kecelakaan Truk di Cilincing, Wilayah Yos Sudarso Tanjung Priok Macet Parah

Megapolitan
Oknum PNS Diduga Ada di Balik Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Kasudin Bina Marga Dipanggil

Oknum PNS Diduga Ada di Balik Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Kasudin Bina Marga Dipanggil

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Ganjil Genap Tetap Berlaku di Tengah Desakan Penghapusan Aturan

Pemprov DKI Tegaskan Ganjil Genap Tetap Berlaku di Tengah Desakan Penghapusan Aturan

Megapolitan
Kembali Telan Korban, Awas Jangan Terobos Palang Pelintasan Kereta Api

Kembali Telan Korban, Awas Jangan Terobos Palang Pelintasan Kereta Api

Megapolitan
Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Megapolitan
Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Bertambah 97 Kasus Positif Covid-19, Pasien dalam Perawatan Tambah 81 Orang

UPDATE 20 Januari: Bertambah 97 Kasus Positif Covid-19, Pasien dalam Perawatan Tambah 81 Orang

Megapolitan
Fakta Banjir di Kecamatan Benda, 3 Hari Tak Kunjung Surut Bikin Lebih dari 1.000 KK Jadi Korban

Fakta Banjir di Kecamatan Benda, 3 Hari Tak Kunjung Surut Bikin Lebih dari 1.000 KK Jadi Korban

Megapolitan
Begini Alur untuk Dapatkan Vaksinasi Booster Covid-19...

Begini Alur untuk Dapatkan Vaksinasi Booster Covid-19...

Megapolitan
Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Megapolitan
Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Megapolitan
Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki 'Awas Ada Kereta', Dia Enggak Dengar

Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki "Awas Ada Kereta", Dia Enggak Dengar

Megapolitan
Begini Cara Cek Tiket Vaksin 'Booster' lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Begini Cara Cek Tiket Vaksin "Booster" lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Megapolitan
UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

Megapolitan
Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.