Jokowi: Anak-anak Jangan Hanya Main FB, Twitter, Instagram, Path

Kompas.com - 19/03/2014, 11:20 WIB
Calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, saat mengunjungi SD Negeri 05, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (18/3/2014). Dalam kunjungannya, Jokowi bertanya kepada para murid mengenai Kartu Jakarta Pintar yang telah dibagikan oleh Pemprov DKI Jakarta. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESCalon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, saat mengunjungi SD Negeri 05, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (18/3/2014). Dalam kunjungannya, Jokowi bertanya kepada para murid mengenai Kartu Jakarta Pintar yang telah dibagikan oleh Pemprov DKI Jakarta. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyoroti sekolah-sekolah yang sudah jarang menerapkan aturan baris-berbaris sebelum masuk kelas ataupun menggalakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah pada pagi hari. Menurut dia, sudah seharusnya hal-hal tersebut dimulai kembali karena sangat penting bagi pembentukan kedisiplinan.

"Saya tidak pernah lihat lagi ada baris-berbaris sebelum masuk kelas. Hal-hal yang kecil-kecil seperti itu dimulai lagilah. Kemudian setiap hari anak-anak harus disuruh menyapu kelasnya, bagi-bagi tugas seperti zaman kita," kata Jokowi di depan jajaran SKPD, para kepala sekolah SMA dan SMK, serta kepala puskesmas terpilih.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika memberikan kata sambutan saat membuka acara pengarahan kepada kepala SMA, SMK, dan puskesmas yang telah lulus lelang jabatan, di Balaikota Jakarta, Rabu (19/3/2014).

"Anak-anak jangan hanya tahunya main Facebook, Twitter, Instagram, Path. Ajari mereka cara menyapu ruang kelas. Ini penting sekali," katanya lagi.

Selain itu, pria yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden ini juga meminta agar anak-anak memanjatkan doa disertai dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, yang dinilainya merupakan cara tepat untuk menanamkan semangat kebangsaan.

"Pembangunan karakter bangsa harus dimulai dari saat masih anak-anak. Itu dilakukan di negara-negara lain, terutama negara yang melesat maju, seperti Jepang, Korea, Singapura. Anak-anak itu harus fasih slogan negara," tegasnya.

Jokowi berpesan, sekolah hendaknya tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu-ilmu formal, tetapi juga menjadi tempat ditanamkannya budi pekerti, sopan santun, dan etika. "Masalah kedisiplinan juga, bagaimana cara membuang sampah yang benar, itu juga harus dimulai," ujarnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Megapolitan
Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Megapolitan
Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Megapolitan
Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Megapolitan
162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

Megapolitan
Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Megapolitan
Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Megapolitan
Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X