Kompas.com - 19/03/2014, 17:24 WIB
Iqbal Saputra (3,5) kini dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), RS Koja, Jakarta Utara, sejak Senin (17/3/2014). Hasil pemeriksaan, Iqbal mengalami infeksi pada bagian otak, akibat pukulan benda tumpul. KOMPAS.COM/ABBA GABRILLINIqbal Saputra (3,5) kini dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), RS Koja, Jakarta Utara, sejak Senin (17/3/2014). Hasil pemeriksaan, Iqbal mengalami infeksi pada bagian otak, akibat pukulan benda tumpul.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan Iis Novianti (29), ibunda Iqbal Saputra (3,5) masih menjadi tanda tanya sampai hari ini, Rabu (19/3/2014). Keluarganya menduga Iis juga menjadi korban penganiayaan DS (29), pria yang menculik dan menganiaya Iqbal.

"Bisa jadi adik saya (Iis) sudah dibunuh duluan sama DS. Menyiksa anak kecil aja tega, apalagi membunuh?" ujar Ira, bibi Iqbal, saat ditemui di RS Koja, Jakarta Utara, Rabu (10/3/2014).

Ira mengaku sempat mendatangi kamar jenazah RS Koja untuk mengecek apakah ada jasad perempuan tak beridentitas yang ditemukan polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sudah sekira tiga minggu Iis menghilang. Dia tidak lagi menempati sebuah rumah di Tambun, Bekasi.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengatakan, Selasa (18/3/2014), mengatakan berdasarkan keterangan ketua RT setempat, Iis tidak pulang ke rumah di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, itu sejak tiga minggu lalu.

Ira menambahkan, kemungkinan lainnya adalah Ira tertangkap razia Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja. Saat ini, lanjut dia, Ira tidak memiliki kartu identitas karena KTP-nya berada di tangannya.

Keluarga meyakini Iis tidak mungkin tega menyakiti Iqbal. Mereka juga membantah Iis menjalin hubungan cinta dengan DS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai saat ini, Iqbal masih menjalani perawatan intensif di RSUD Koja. Bocah yang mengalami luka fisik parah akibat penganiayaan oleh DS itu dirawat di Peadiatric Intensive Care Unit (PICU) rumah sakit tersebut.

Ira mengatakan, menurut pihak rumah sakit, kondisi Iqbal membaik dibandingkan hari sebelumnya. "Kemarin masih belum sadar. Sekarang sudah bisa batuk-batuk," ungkap Ira.

Tersangka penculik dan penganiayaan Iqbal, DS, masih diperiksa di Polres Jakarta Utara. Dalam pemeriksaan, DS mengaku memaksa Iqbal untuk mengamen dan mendapatkan uang Rp 40.000 setiap hari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Megapolitan
Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Megapolitan
Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Megapolitan
KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

Megapolitan
Update Korban Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang: Penumpang Luka Jadi 31 Orang

Update Korban Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang: Penumpang Luka Jadi 31 Orang

Megapolitan
Dampingi Korban, KPAD Bekasi Pastikan Kasus Pelecehan Seksual Diproses Hukum, Tak Selesai secara Kekeluargaan

Dampingi Korban, KPAD Bekasi Pastikan Kasus Pelecehan Seksual Diproses Hukum, Tak Selesai secara Kekeluargaan

Megapolitan
Penumpang Pesawat di Soekarno-Hatta Keluhkan Tes PCR Mahal dan Keluar Hasilnya Lama

Penumpang Pesawat di Soekarno-Hatta Keluhkan Tes PCR Mahal dan Keluar Hasilnya Lama

Megapolitan
KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Penumpang Dievakuasi

KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Penumpang Dievakuasi

Megapolitan
Polres Jakarta Pusat: Tak Ada Palang Pintu di Lokasi KRL Tabrak Motor

Polres Jakarta Pusat: Tak Ada Palang Pintu di Lokasi KRL Tabrak Motor

Megapolitan
Kecamatan Cengkareng Genjot Vaksinasi Covid-19 demi Target Zona Hijau Awal November

Kecamatan Cengkareng Genjot Vaksinasi Covid-19 demi Target Zona Hijau Awal November

Megapolitan
KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Pemotor Selamat karena Berhasil Menghindar

KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Pemotor Selamat karena Berhasil Menghindar

Megapolitan
Fakta Kontroversi Nopol RFS di Mobil Rachel Vennya, Disebut Pelat Khusus tapi Dibantah Polisi

Fakta Kontroversi Nopol RFS di Mobil Rachel Vennya, Disebut Pelat Khusus tapi Dibantah Polisi

Megapolitan
Ayu Ting Ting Kembali Laporkan Pemilik Akun Instagram @gundik_empaeng, Kali Ini soal UU ITE

Ayu Ting Ting Kembali Laporkan Pemilik Akun Instagram @gundik_empaeng, Kali Ini soal UU ITE

Megapolitan
Selesai Diotopsi, 2 Korban Tewas akibat Kecelakaan Bus Transjakarta Diserahkan ke Pihak Keluarga

Selesai Diotopsi, 2 Korban Tewas akibat Kecelakaan Bus Transjakarta Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.