Kompas.com - 27/03/2014, 18:38 WIB
Calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, menikmati sarapan sebelum berkampanye di Bandar Lampung, Sabtu (22/3/2014). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di beberapa kota di Provinsi Lampung bersama sejumlah tokoh PDIP lainnya, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESCalon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, menikmati sarapan sebelum berkampanye di Bandar Lampung, Sabtu (22/3/2014). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di beberapa kota di Provinsi Lampung bersama sejumlah tokoh PDIP lainnya, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jakarta Joko Widodo menanggapi santai soal beredarnya iklan 'kutunggu janjimu' yang terkesan menyudutkannya di beberapa stasiun televisi nasional. Jika masyarakat suka, silakan menonton. Sebaliknya, jika tidak suka, masyarakat tidak perlu menonton iklan tersebut.

"Kalau ndak senang, ganti channel. Kalau senang, ya tetap saja," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (27/3/2014) sore.

Kendati demikian, menurut Jokowi, masyarakat Indonesia telah mengetahui calon pemimpin yang baik dan bekerja sungguh-sungguh. Ia yakin iklan atau pun serangan politik dari pihak lawan tidak mampu menggoyahkan keyakinan masyarakat terhadap dirinya.

"Budaya politik kita memang masih kayak itu. Kalau saya disuruh lakukan hal yang sama ya ndak mungkinlah. Kita ingin mengedukasi masyarakat dengan cara-cara kampanye baik," lanjut Jokowi.

Akhirnya, Jokowi pun mengaku tidak berniat membalas iklan dan serangan politik semacam itu. Tidak menjadi soal, lanjut Jokowi, jika setiap hari diejek, dicemooh ataupun dikritisi oleh lawannya.

Iklan yang dimaksud Jokowi yakni iklan yang beredar di beberapa stasiun televisi swasta milik salah satu calon presiden. Dalam iklan itu, digambarkan bahwa Jakarta masih dibelit sejumlah persoalan mulai bus berkarat, korupsi,banjir dan sejumlah persoalan lainnya.

Iklan yang juga tidak diketahui pembuatnya tersebut selanjutnya menampilkan cuplikan video janji kampanye Jokowi-Basuki saat pemilihan gubernur Jakarta untuk memimpin Ibu Kota selama lima tahun. Iklan itu pun ditutup dengan kalimat, "Kutunggu janjimu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat 'Crowd Free Night'

Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat "Crowd Free Night"

Megapolitan
Pemprov DKI Susun Grand Design Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Pemprov DKI Susun Grand Design Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Megapolitan
Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.