Kompas.com - 29/03/2014, 14:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama seusai menandatangani komitmen dan sosialisasi pengendalian gratifikasi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tertinggi pelaporan gratifikasi tahun 2013 yang mencapai 970 laporan. Warta Kota/angga bhagya nugraha ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama seusai menandatangani komitmen dan sosialisasi pengendalian gratifikasi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tertinggi pelaporan gratifikasi tahun 2013 yang mencapai 970 laporan. Warta Kota/angga bhagya nugraha
|
EditorCaroline Damanik

SINGAPURA, KOMPAS.com — Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjadi materi debat dalam sesi debat online Diaspora Memilih caleg Dapil Jakarta II (Jakarta Pusat, Selatan, dan Luar Negeri) yang diselenggarakan Global Indonesian Voices (GIV) dan Ayo Vote, Kamis (28/3/2014) malam.

Dani Anwar, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, mengkritik pengelolaan Tanah Abang dan rumah susun saat ditanyakan apakah kebijakan Jokowi-Ahok yang sudah tepat, salah, dan apa yang bisa ditawarkannya jika terpilih sebagai anggota DPR. Dani menilai Jokowi-Ahok seharusnya mengambil pendekatan komprehensif menyelesaikan persoalan Ibu Kota.

"Saya mengakui macet di Tanah Abang teratasi, namun pedagang di Blok G itu tidak punya pembeli, dari mana pendapatan mereka," ujarnya.

Beliau juga mengkritik masalah jual beli yang terjadi di rumah susun. Menurutnya, banyak penjual yang menempatinya, tetapi akhirnya menjualnya kembali ke pihak lain.

Namun, di tengah kritik tajamnya, Dani masih memberikan pujian terhadap duet Jokowi-Ahok yang telah menjalankan program unggulan, seperti monorel dan MRT. Beliau mengingatkan masalah Jakarta sangat kompleks dan perlu keseriusan dari pemerintah pusat, DPR, dan Pemprov untuk menanganinya.

"Saya tetap men-support duet Jokowi-Ahok menjalankan roda pemerintahan," tambahnya.

Senada dengan Dani, Charletty Choesyana dari Hanura mengkritik masih bermasalahnya pengelolaan Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.

"KJS banyak yang tidak terlayani dengan baik, KJP banyak yang tidak tepat sasaran. Saya menilai perlu peningkatan pengawasan, masih banyak yang tidak terkoordinasi," kata dia.

Menanggapi kritik pedas tersebut, Masinton Pasaribu dari PDI-P menilai pemerintahan Jokowi-Ahok saat ini sedang berjalan dan perlu waktu.

"Kesuksesan itu tidak bisa seperti makan cabai, langsung dimakan pedas," ujarnya.

"Mereka sedang menata Ibu Kota, alokasi anggaran telah diperbesar untuk publik, mari kita dukung," ucapnya.

Masinton lalu mengatakan bahwa semangat Jokowi-Ahok sama seperti ketika Dani hendak maju sebagai cawagub DKI pada tahun 2007. Sindiran ini disambut oleh senyum Dani. Masinton menutup dengan menekankan mengubah kultur masyarakat tidaklah mudah. Video debat dapat disaksikan di http://www.diasporamemilih.com/debat-online.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Megapolitan
UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X