Kompas.com - 01/04/2014, 08:51 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual di transjakarta KompasIlustrasi pelecehan seksual di transjakarta
EditorHindra Liauw

 


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Hukuman yang ringan. Itu mungkin yang membuat selalu saja terjadi pelecehan seksual di kendaraan umum. Seakan tidak jera. Kali ini yang menjadi korban SSN (24), seorang mahasiswa, warga Tangerang, Banten. Ia menjadi korban saat menggunakan bus transjakarta, Minggu (30/3/2014) pukul 14.00.

Saat itu, ia dalam perjalanan menuju Stasiun Kota dari Blok M. Menurut rencana, dari Stasiun Kota ia akan menggunakan kereta api untuk pulang ke Tangerang. Korban mengalami pelecehan seksual ketika bus akan memasuki Halte Harmoni. Pelakunya seorang pengangguran bernama Oktavianus (36), yang mengaku warga Cawang, Jakarta Timur.

”Dia ditangkap massa setelah korban berteriak minta tolong. Massa lalu membawa pelaku ke kantor polsek. Saya lihat, para penangkap tidak menghakimi pelaku. Ini bagus. Mereka menangkap pelaku lalu langsung membawanya ke polsek,” kata Kapolsek Metro Gambir Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto, Senin petang kemarin.

Kepada polisi, SSN menjelaskan, pelaku melakukan kejahatannya sebelum bus memasuki Halte Harmoni. Pelaku menggesek-gesekkan kemaluan ke pantat korban.

Awalnya, korban tidak terlalu menyadari. Ia menyangka itu sebuah ketidaksengajaan karena penumpang bus banyak. Korban memang berdiri di bagian dekat pintu keluar.

Korban lalu bergeser untuk membuat jarak. Ternyata pelaku ikut bergerak dan makin menggesek-gesekkan kemaluan ke pantat korban. Menyadari hal itu bukan suatu ketidaksengajaan, korban lantas berbalik menghadap pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alangkah terkejutnya SSN. Sebab, dia melihat pelaku sudah mengeluarkan kemaluannya dari celana. Korban menjerit dan meminta tolong. Tak ayal, penumpang lain bereaksi dengan menangkap dan di antaranya ada yang memukul pelaku.

Petugas transjakarta segera mengamankan pelaku dan bus sudah sampai di Halte Harmoni. Sejumlah orang bersama korban lalu membawa pelaku ke Polsek Metro Gambir.

”Kami hanya menerima laporan korban, lalu korban dan pelaku kami antar ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk keperluan penyidikan,” kata Agung Marlianto.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan terjadi kasus pelecehan seksual dengan tersangka Oktavianus, warga Cawang, Jakarta Timur. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat.

”Biasanya yang menjadi korban adalah perempuan atau anak-anak sehingga perlu polwan penyidik yang terlatih dan dididik untuk menangani kasus itu. Saat ini, polwan penyidik dengan kualifikasi itu baru ada di tingkat polres dan polda. Di bawah Unit PPA (polres) dan Subdirektorat Remaja Anak-anak dan Wanita (polda). Tersangka dikenai Pasal 281 KUHP dengan ancaman pidana penjara 2 tahun 8 bulan,” tuturnya.

Tidak terselesaikan

Secara terpisah, Kepala Laboratorium Transportasi Universitas Indonesia Ellen SW Tangkudung mengatakan, pelecehan seksual di angkutan umum merupakan persoalan sosial yang tidak kunjung terselesaikan. ”Sejak saya SMA, kasus pelecehan seksual seperti ini sudah ada,” ujarnya.

Dia mengatakan, kejadian ini terulang manakala ada kesempatan bagi pelaku. Padahal, manajemen transjakarta sudah berupaya memisahkan penumpang perempuan dan laki-laki.

Sementara penumpang transportasi massal di Jakarta masih harus berdesak-desakan, baik di hari kerja maupun di hari libur. Kondisi ini turut membuka peluang terjadinya pelecehan seksual di dalam bus.

”Penumpang transjakarta perlu juga ikut mengawasi perilaku menyimpang dengan saling berteriak atau melawan pelaku jika terjadi pelecehan seksual seperti ini,” kata Ellen.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penegakan hukum. Ellen menilai, pelaku pelecehan seksual harus mendapatkan hukuman berat agar kasus serupa tidak terulang lagi.

”Kalau tidak begitu, nanti yang jera malah penumpang bus. Mereka tidak lagi mau naik angkutan umum karena masih ada pelecehan seksual,” ujarnya. (ART/RTS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Megapolitan
Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.