Kompas.com - 01/04/2014, 12:18 WIB
Ilustrasi: Warga memasukkan surat suara di TPS 03, Kelurahan Sooko, Kecamatan Sooko usai mencoblos dalam Pemilukada Mojokerto, Senin (7/6/2010). Sekitar 8.800 lebih petugas gabungan disiagakan untuk menjaga kelangsungan pemilukada ini. SURYA/SUGIHARTO Ilustrasi: Warga memasukkan surat suara di TPS 03, Kelurahan Sooko, Kecamatan Sooko usai mencoblos dalam Pemilukada Mojokerto, Senin (7/6/2010). Sekitar 8.800 lebih petugas gabungan disiagakan untuk menjaga kelangsungan pemilukada ini.
|
EditorHindra Liauw

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemilihan Umum (pemilu) kini tinggal menunggu beberapa hari lagi. Namun menjelang pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan masih kekurangan seribuan surat suara.

"Hingga hari terakhir proses sortir dan pelipatan tanggal 25 Maret 2014, kami mencatat masih adanya kekurangan 1.744 surat suara. Hal ini sudah kami laporkan ke KPU Provinsi Banten dan KPU Pusat," kata Sam'ani, Divisi Umum dan Logistik KPU Kota Tangsel di Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren, Selasa (1/4/2014).

Sam'ani menjelaskan bahwa 1.744 surat suara yang masih kurang itu terbagi atas 1.540 surat suara untuk DPRD Provinsi Banten, 25 lembar surat suara untuk DPRD Tangsel Dapil 3, 101 surat suara untuk DPRD Tangsel Dapil 5, dan 78 surat suara untuk DPRD Tangsel Dapil 6.

Selain kekurangan seribuan surat suara, KPU Kota Tangerang Selatan juga kelebihan 2.615 surat suara. Sedangkan 2.222 lembar surat suara dinyatakan rusak.

"Surat suara yang lebih dan rusak ini nanti akan kita bakar. Ini untuk mengurangi kemungkinan disalahgunakan," sambung Sam'ani.

Kendati masih ada ribuan surat suara yang kurang, Sam'ani yakin hal itu tersebut sudah dapat diatasi menjelang hari H pelaksanaan pemilu. Kekurangan ini dikhawatirkan akan mengganggu proses pemilu di Kota Tangerang Selatan. Saat ini pihaknya masih menunggu surat suara pengganti dari KPU Pusat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

Megapolitan
Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Megapolitan
Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X