Kompas.com - 01/04/2014, 17:47 WIB
Kepala Polda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno didampingi istri disambut dalam acara pisah sambut di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/3). Irjen Dwi Priyatno resmi menggantikan Irjen Putut Eko Bayuseno sebagai Kepala Polda Metro Jaya.  Kompas/Priyombodo (PRI) PRIYOMBODOKepala Polda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno didampingi istri disambut dalam acara pisah sambut di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/3). Irjen Dwi Priyatno resmi menggantikan Irjen Putut Eko Bayuseno sebagai Kepala Polda Metro Jaya. Kompas/Priyombodo (PRI)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengamani jalannya Pemilihan Umum 2014 Polda Metro Jaya menggelar 'Operasi Mantap Brata Jaya 2014'. Kapolda Metro Jaya, Irjen Dwi Priyatno mengatakan, akan menurunkan sekitar 20.000 personel kepolisian.

"Kita di back up juga dari TNI dan Linmas di TPS. Sehingga titik beratnya ke pamgiat (pengamanan kegiatan) selain perlindungan masyarakat. Jadi orang datang ke TPS harus betul-betul punya rasa aman," ujarnya, Selasa (1/4/2014).

Dengan demikian, lanjutnya, dia berharap orang-orang akan berduyun-duyun datang untuk meramaikan pesta demokrasi lima tahun sekali itu. "Nah, disitulah kehadiran polisi dengan menggunakan uniform police atau tidak. Pengamanan polisi termasuk di dalamnya linmas," kata Dwi.

Operasi Mantap Brata ini digelar sejak 16 Maret hingga 24 Oktober 2014. Sedangkan pengamanannya, telah dilakukan sejak Januari 2014 lalu.

Pengamanan terbagi menjadi sembilan tahap, yakni. Tahap pertama, masa kampanye  sejak 11 Januari - 5 April 2014. Tahap kedua, masa tenang tenang kampanye 6 hingga 8 April 2014. Tahap ketiga pemungutan suara 9 April 2014.

Selanjutnya, tahap keempat, penghitungan dan penetapan hasil suara, 10 April hingga 9 Mei 2014. Tahap kelima, penetapan hasil pemilu, 7 hingga 9 Mei 2014. Tahap keenam, pengamanan perolehan jumlah kursi dan calon terpilih, 11- 18 Mei 2014.

Tahap ketujuh, pengamanan pengucapan janji anggota DPRD kabupaten/ kota digelar Juli hingga Agustus 2014. Tahap kedelapan, pengamanan pengucapan sumpah janji DPRD provinsi, dari Agustus hingga September 2014. Terakhir tahap sembilan, pengucapan sumpah janji DPR dan DPD RI pada Oktober 2014.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Megapolitan
Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Megapolitan
19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Megapolitan
Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Megapolitan
Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Megapolitan
Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Megapolitan
Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Megapolitan
Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Megapolitan
Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Megapolitan
Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X