Dikabari "Bojomu Mati", Suami Siri Holly Terdiam

Kompas.com - 01/04/2014, 18:44 WIB
Otak pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu, Gatot Supriartono, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014). Sidang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA ANGGA BHAGYA NUGRAHAOtak pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu, Gatot Supriartono, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014). Sidang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu angkat Holly Angela Hayu, Kushandani, memberi kesaksian di persidangan tiga terdakwa kasus pembunuhan Holly di Apartemen Kalibata City. Dia mengatakan langsung menghubungi Gatot Supiartono setelah mengetahui Holly meninggal.

Kushandani mengatakan, awalnya, dia tak tahu nomor telepon Gatot. Ia pun melacak hingga ke tempat makan yang pernah delivery order kepada Gatot.

Panggilan pertama, telepon Gatot tak aktif. Panggilan kedua, tersambung, tapi tak diangkat. Baru pada telepon ketiga, telepon diangkat Gatot.

"Gatot, bojo-mu (istrimu) mati," kata Kushandani saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2014).

Setelah itu, menurutnya, tak ada jawaban apa pun dari Gatot. Baru setelah Kushandani memanggil berkali-kali dan memintanya segera pulang, Gatot baru menjawab.

Saat itu, kata Kushandani, Gatot mengatakan tak bisa pulang segera karena tidak bisa memesan tiket dadakan.

Kushandani juga mengaku tak tahu perihal status perkawinan Holly-Gatot. Holly memang tak pernah curhat  soal rumah tangganya ke dirinya. Menurutnya, Holly adalah orang yang tertutup, tak pernah cerita.

Selain ibu angkat Holly, Syailendra (anak Kushandani), Usnali, Umar Hasan, dan Sulaiman juga dijadikan saksi persidangan tiga terdakwa, yakni Pago Satria Permana, Surya Hakim, dan Abdul Latief.

Sidang lanjutan pemeriksaan saksi ini akan digelar pada Selasa (8/4/2014) dengan menghadirkan 5 saksi lagi. Total saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan kasus ini ada 53 saksi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

Megapolitan
Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Megapolitan
Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Megapolitan
UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X