Tak Ganti Rugi, PT KAI Disomasi

Kompas.com - 03/04/2014, 16:43 WIB
Warga mengantre membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (22/8/2013). PT KAI Commuter Jabodetabek resmi memberlakukan THB dengan tambahan biaya jaminan Rp 5.000, karena sejak 1 Juli 2013 sebanyak 800 ribu single trip e-ticketing hilang. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESWarga mengantre membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (22/8/2013). PT KAI Commuter Jabodetabek resmi memberlakukan THB dengan tambahan biaya jaminan Rp 5.000, karena sejak 1 Juli 2013 sebanyak 800 ribu single trip e-ticketing hilang.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga bantuan hukum (LBH) Jakarta melayangkan surat somasi kepada Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada Kamis (3/4/2014) ini. Hal ini dilakukan lantaran penggusuran paksa bangunan kios dan rumah warga di sekitar lahan stasiun se-Jabodetabek oleh PT KAI.

"Pedagang marah karena tak diajak berdialog dulu," kata Muhammad Isnur, Kapala Bidang Penanganan Kasus LBH Jakarta, Kamis.

Isnur mengatakan, penggusuran ini menyebabkan 6.350 pedagang telah kehilangan mata pencaharian sejak 2013. Selain itu, 44 kepala keluarga juga kehilangan tempat tinggal akibat hal yang sama.

Menurut Isnur, Persatuan Pegiat Usaha Stasiun Jabodetabek memberikan mandat untuk kepada LBH Jakarta untuk mensomasi PT KAI. Perseroan itu dianggap telah merampas hak-hak para pedagang dan warga yang tinggal di sekitar stasiun. Pasalnya kios pedagang dan rumah warga yang digusur telah menjadi milik mereka berdasarkan surat pernyataan kepemilikan kios dan rumah.

Terkait dengan hal itu, para pedagang dan pemilik rumah meminta ganti rugi sebesar Rp 105.075.000.000 kepada PT KAI. Selain itu, pedagang juga meminta diperbolehkan berjualan kembali di stasiun terdekat.

Sebelumnya, PT KAI telah melakukan penggusuran pada sejumlah kios pedagang di beberapa stasiun di Jabodetabek. Selain itu, penggusuran juga dilakukan pada beberapa rumah di sekitar stasiun Duri. Hingga hampir satu tahun berlalu, PT KAI belum memberikan ganti rugi kepada warga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Megapolitan
Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Megapolitan
Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Megapolitan
Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Megapolitan
Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Megapolitan
Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Megapolitan
Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Megapolitan
Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X