Kompas.com - 04/04/2014, 13:44 WIB
Assyifa Ramadhani (di dalam mobil) melakukan rekonstruksi pembunuhan Ade Sara di Mapolda Metro Jaya. KOMPAS.com/Fitri PrawitasariAssyifa Ramadhani (di dalam mobil) melakukan rekonstruksi pembunuhan Ade Sara di Mapolda Metro Jaya.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian mengkaji ulang penetapan Pasal 340 KUHP kepada duo pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Ahmad Imam al Hafitd dan Assyifa Ramadhani.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, ada indikasi pembunuhan itu tidak berencana. "Kita masih mengkaji, kalau perencanaan itu tentunya ada niat, ada alat," kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat (4/4/2014).

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan, hal itu terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/4/2014) kemarin. Dalam rekonstruksi tersebut, kedua pelaku sempat melontarkan pernyataan akan menculik korban.

Penculikan berawal dari Stasiun Gondangdia dengan mengambil waktu saat korban akan berangkat kursus. Ade Sara diajak naik ke dalam mobil Hafitd, di sanalah penyiksaan kepada Ade Sara yang dilakukan oleh tersangka.

"Korban disetrum berkali-kali, dalam prosesnya yang dilakukan di dalam mobil. Setelah disetrum lalu shock, lemas, baru dianiaya. Setelah semangatnya kembali dilakukan itu lagi. Korban juga sempat dijerat tali tas milik korban," papar Rikwanto.

Untuk itu, lanjutnya, untuk sementara penyidik mengganti pasal pembunuhan berencana tersebut dengan Pasal 338, 351 Ayat 3 dan 353 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Adapun penetapan ancaman hukuman selanjutnya akan diserahkan ke pihak kejaksaan dan pengadilan saat sidang bila berkas penyidikan dan pemeriksaan sudah lengkap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.