Kompas.com - 05/04/2014, 14:20 WIB
Sosialisasi Pemilu - Spanduk sosialisasi pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 terpasang di tepi Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (23/12). Komisi Pemilihan Umum terus melakukan sosialisasi agar masyarakat berpartisipasi dlaam pesta demokrasi nanti.  Kompas/Iwan Setiyawan (SET) Sosialisasi Pemilu - Spanduk sosialisasi pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 terpasang di tepi Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (23/12). Komisi Pemilihan Umum terus melakukan sosialisasi agar masyarakat berpartisipasi dlaam pesta demokrasi nanti.
|
EditorHeru Margianto

TANGERANG, KOMPAS.com
 — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang mengatakan semua partai politik di wilayah tersebut melakukan pelanggaran saat kampanye. Pelanggaran yang paling sering dilakukan adalah membawa anak-anak ketika kampanye.

"Dari temuan kita, semua parpol di Kota Tangerang melakukan pelanggaran selama kampanye. Paling sering itu mengikutsertakan anak-anak saat kampanye," kata Ketua Panwaslu Takhono kepada Kompas.com, Sabtu (5/4/2014).

Menurutnya, kampanye yang membawa anak-anak melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 15 Tahun 2013 Pasal 32 butir K karena memobilisasi orang-orang yang belum memiliki hak pilih.

Pihak Panwaslu kesulitan menangani masalah tersebut karena semua partai membawa serta anak-anak ketika menggelar kampanye.

Menyikapi hal tersebut, Panwaslu Kota Tangerang sudah mengirimkan surat peringatan kepada semua partai politik peserta pemilu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama pada kampanye berikutnya.

"Kita juga sudah panggil semua perwakilan parpol untuk dimintai keterangan," sambungnya.

Selain melibatkan anak-anak dalam kampanye, pelanggaran lain yang dibuat yakni tidak tertib berlalu lintas. Banyak simpatisan parpol sering tidak mengenakan helm ketika berkendara ke lokasi kampanye.

Ditanya terkait adanya pelanggaran politik uang, Takhono mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan soal itu. Bila ada, Panwaslu siap menindaklanjuti laporan tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.