Jokowi: Banyak Warga Ingin Kampung Deret

Kompas.com - 07/04/2014, 14:50 WIB
Pembangunan Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan sudah mendekati tahap rampung. Tembok dan atap bangunan sudah mulai terpasang. Beberapa tembok terlihat sudah di cat seragam pada rumah yang berbentuk deret, Selasa (18/3/2014). KOMPAS.com/Fitri PrawitasariPembangunan Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan sudah mendekati tahap rampung. Tembok dan atap bangunan sudah mulai terpasang. Beberapa tembok terlihat sudah di cat seragam pada rumah yang berbentuk deret, Selasa (18/3/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, banyak warga yang menginginkan lingkungannya dijadikan kampung deret. Sebab, mereka sudah memahami konsep kampung deret.

Mereka juga telah melihat keberhasilan pembangunan kampung deret sebelumnya, seperti di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, dan Petogogan, Jakarta Selatan.

"Dulu, mereka (warga) mikirnya mau bangun kampung deret itu digusur dulu, karena belum ada kepercayaan kepada Pemprov DKI. Kalau sekarang sudah percaya dan yang mengantre banyak sekali," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (7/4/2014).

Masih banyak permasalahan yang ada di kampung deret, misalnya saja, pembangunan kampung deret di Jakarta Timur yang memicu warga untuk menambah bangunan.


Akhirnya, tak sedikit warga yang harus merogoh kantong lebih dalam untuk merenovasi rumah. Sebab, dana yang dialokasikan Pemprov DKI sebesar Rp 54 juta tidak cukup untuk membiayai renovasi itu.

Jokowi menjelaskan, alokasi dana itu telah diperhitungkan secara matang, misalnya untuk mengecat rumah, perbaikan lingkungan, perbaikan jalan, serta membuat sanitasi atau septic tank.

"Kalau lihat fakta di lapangan, mau buat septic tank, dari delapan rumah, lima rumah mau buat septic tank, sisanya tidak mau. Sekarang, semua warga mau berembuk," kata Jokowi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, apabila warga menemukan kesulitan dalam pelaksanaan program ini, lebih baik untuk dimusyawarahkan bersama ketua RT atau RW setempat.

Pemprov DKI pun telah membuat tim pengawas untuk mengontrol program tersebut. Ia berharap berbagai masalah yang muncul dapat memperkuat management controlling.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mini Bus Menyerempet Truk di Kemayoran, Satu Orang Tewas

Mini Bus Menyerempet Truk di Kemayoran, Satu Orang Tewas

Megapolitan
Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

Megapolitan
3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

Megapolitan
Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

Megapolitan
Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

Megapolitan
Kata Pengamat soal 'Keanehan' Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Kata Pengamat soal "Keanehan" Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Megapolitan
Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Megapolitan
Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk 'Riau Dibakar Bukan Terbakar' di CFD

Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk "Riau Dibakar Bukan Terbakar" di CFD

Megapolitan
Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Megapolitan
DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X