Tak Tersinggung Ucapan Prabowo, Ahok Nyatakan Setia

Kompas.com - 07/04/2014, 15:33 WIB
Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dalam jamuan makan malam yan lg diselenggarakan di kediaman Basuki, di Pantai Mutiara, Jakarta, Rabu (25/12/2013). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dalam jamuan makan malam yan lg diselenggarakan di kediaman Basuki, di Pantai Mutiara, Jakarta, Rabu (25/12/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan tetap setia pada Partai Gerindra, yang mendukungnya menjadi wakil gubernur untuk DKI Jakarta. Dia tidak tersinggung dengan ucapan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut pemimpin-pemimpin di Jakarta penipu.

"Ngapain tersinggung, aku sih tidak gampang tersinggung orangnya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (7/4/2014) siang.

Basuki mengibaratkan kesetiaannya itu seperti lirik lagu "Aku Memilih Setia" yang dipopulerkan Fatin Shidqia Lubis.

"Masa tersinggung? Saya tetap setia kepada Partai Gerindra, kayak lagunya Fatin Shidqia Lubis, 'Aku Memilih Setia', he-he-he," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Terkait komentar Prabowo tentang pemimpin Jakarta di Bandung, Basuki menyatakan akan mengonfirmasi kepada Prabowo. Ia ingin memastikan bahwa benar Prabowo mengucapkan hal tersebut. Ia mengaku tidak ingin terjebak jika ternyata ada kesalahan dari wartawan yang menulis beritanya.

"Ya kalau pemimpin-pemimpin, berarti saya termasuk dong, he-he. Nanti saya datang deh tanya dulu karena bisa jadi kalian (wartawan) yang salah tulis," ujar pria asal Belitung itu.

Prabowo menyabut pemimpin-pemimpin di Jakarta penipu saat menghadiri acara Silaturahmi Forum Rembug Warga Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (5/4/2014). "Sekarang di Jakarta ada penyakit yang luar biasa, pemimpin-pemimpinnya sakit. Penyakitnya penipu. Yang muncul pemain watak, sandiwara, penipu," ujarnya dalam acara yang digelar di Hotel Panghegar, Bandung, itu.

Dia sempat meminta maaf jika ada perkataannya yang dianggap keras. Menurut dia, ia berkata apa adanya. Ia mengatakan, apa yang ia sampaikan apa adanya itu tidak disukai jika disampaikan di Jakarta.

"Bahasa saya di sini laku. Tapi kalau di hadapan Sengkuni-Sengkuni, mereka tidak akan suka orang bicara apa adanya. Mereka maunya bicara yang baik-baik, santun-santun," kata pria yang pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

Megapolitan
Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

Megapolitan
Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

Megapolitan
Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

Megapolitan
Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Megapolitan
Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Megapolitan
Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Megapolitan
DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

Megapolitan
Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Megapolitan
Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X