Kompas.com - 08/04/2014, 08:29 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono meninjau kondisi lalu lintas di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013) siang. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono meninjau kondisi lalu lintas di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013) siang.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com -- Langkah mantan Kepala Dinas DKI Jakarta Udar Pristono gontai ketika keluar dari Kejagung, Jakarta, sekitar pukul 19.30, Senin (7/4/2014). Wajahnya terlihat pucat setelah diperiksa selama 8 jam terkait kasus bus berkarat.

Pristono terlihat mengalami kelelahan setelah berada di Gedung Bundar 11,5 jam untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan bus transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) berkarat.

Ketika dikerumuni wartawan yang sudah menunggu sejak Senin siang, Pristono memilih tidak banyak bicara. "Pak Udar, Pak Udar. Sehat Pak? Siap Jadi tersangka Pak?" ujar seorang wartawan bertubuh tambun sesaat Pristono keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Pristono semalam tampak mengenakan baju batik hijau. Dia tak tersenyum sedikit pun kepada para wartawan.

Wartawan cepat mengelilingi Pristono. Wartawan memberondong dengan sejumlah pertanyaan. "Terkait status saya, silakan tanya ke tim penyidik Jampidsus Kejagung saja. Tadi saya diajukan 12 pertanyaan," ujar Pristono kepada wartawan.

Tak sampai tiga menit, Pristono cepat masuk ke mobil Toyota Avanza. Dia duduk di kursi belakang. Penumpang di kursi depannya sengaja memajukan bangkunya agar Pristono bisa duduk lebih lega.

Sebelum meninggalkan kerumunan wartawan, Pristono membuka kedua kacanya. Dia tak menyandarkan punggungnya. Lagi-lagi wartawan memanggil mantan Kadishub DKI Jakarta ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pewarta foto yang mengambil gambar Pristono dari sebelah kanan meminta dia melambai. Lagi-lagi dengan panggilan Udar. Dengan senyum kecut Udar melambai. Lampu kilat menyala. Udar kemudian pergi dan menutup kaca mobilnya.

Berdasarkan informasi yang diterima para wartawan, Pristono datang ke ruang pemeriksaan Jampidsus Kejagung tiga jam sebelum pemeriksaan dimulai. Jadwal pemeriksaan Pristono pukul 11.00, tetapi pukul 08.00 Pristono sudah datang.
Menurut sejumlah petugas keamanan, sejak datang pukul 08.00 dan diperiksa pukul 11.00, Pristono tak pernah ke toilet. Padahal dia baru keluar pukul 19.30 atau 11,5 jam setelah dia tiba di Gedung Bundar Kejagung.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo Pramono sudah keluar lebih dulu satu setengah jam sebelum Pristono keluar ruang pemeriksaan. Sejak Pramono keluar dari kantornya, dia sudah memastikan Pristono belum jadi tersangka.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.