Pemprov DKI Nyatakan Netral dalam Pemilu

Kompas.com - 08/04/2014, 14:12 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, I Made Karmayoga Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, I Made Karmayoga
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bersikap netral pada Pemilihan Umum Legislatif 2014, Rabu (9/4/2014) besok. Menurutnya, tak ada arahan khusus untuk para pegawai negeri sipil (PNS) mencoblos partai politik tertentu.

"Diimbau untuk semua PNS menggunakan hak pilihnya, jangan golput. Tapi tidak ada arahan khusus. Ini langsung, umum, bebas, rahasia," kata Made, di Balaikota Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Menurut Made, ada sekitar 70. 536 PNS dan 2.029 Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan menggunakan hak pilihnya. Semua pegawai akan diliburkan, kecuali pelayanan langsung seperti rumah sakit, puskesmas, pemadam kebakaran, samsat, dan satpol PP.

"Mereka diatur bergilir sehingga bisa nyoblos dulu. Nanti bisa koordinasi dengan RT-nya," ujarnya.

Untuk jatah di DPR RI, DKI Jakarta akan terbagi dalam tiga Dapil, yakni DKI Jakarta I (Jakarta Timur), DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Luar Negeri), dan DKI Jakarta III (Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Utara).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X