Saat Mencoblos, Warga Rusun Pinus Elok Tak Kenal Program Caleg dan Parpol

Kompas.com - 09/04/2014, 16:01 WIB
Sebagian warga relokasi di Rusun Pinus Elok merasa dipaksa menjadi golput akibat nama mereka tidak masuk dalam daftar pemilih tetap. KOMPAS.COM/NADIA ZAHRASebagian warga relokasi di Rusun Pinus Elok merasa dipaksa menjadi golput akibat nama mereka tidak masuk dalam daftar pemilih tetap.
Penulis Nadia Zahra
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Penghuni Rusun Pinus Elok mengaku tidak mengenal program yang ditawarkan oleh para calon anggota legislatif (caleg) ataupun partai politik yang terdapat dalam surat suara, Rabu (9/4/2014).

"Saya tidak kenal mereka. Pilihnya ya pilih aja," ucap Daih, warga relokasi Waduk Ria Rio tersebut.

Selama tinggal di Rusun Pinus Elok, ia hanya mendapat sedikit akses informasi mengenai caleg dan juga parpol.

Sementara itu, Rumlah, warga relokasi Waduk Ria Rio lainnya, mengaku memutuskan memilih partai, bukan caleg. "Pilihnya partai yang udah pernah aja. Kalo untuk orang nggak pilih, nggak kenal sih," ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, pantauan Kompas.com di TPS 164 Rusun Pinus Elok, hanya warga relokasi Waduk Ria Rio yang mendapatkan hak suara. Adapun penghuni lainnya, asal relokasi Waduk Pluit dan Manggarai, tidak satu pun terdata sebagai daftar pemilih tetap.

"Kenapa cuma yang Ria Rio doang bisa nyoblos? Saya kan sama juga penghuni sini, tapi nggak bisa milih," keluh Dirman, warga Rusun Pinus Elok.

Ia menduga, hal ini terjadi lantaran manajemen Komisi Pemilihan Umum (KPU) kacau dalam mengelola DPT. "Salah KPU ini. Banyak warga di sini yang tidak bisa nyoblos. Biar nanti kita buat berita acara dan gugat KPU," tekan anggota KPPS, Jefry.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidak PTM 100 Persen di SMPN 3 Depok, Wali Kota Idris Temukan Jarak Bangku Siswa Berdekatan

Sidak PTM 100 Persen di SMPN 3 Depok, Wali Kota Idris Temukan Jarak Bangku Siswa Berdekatan

Megapolitan
Peserta Konvoi di Tol Andara: Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Robongan, Tiba-tiba Kami Diblok Polisi

Peserta Konvoi di Tol Andara: Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Robongan, Tiba-tiba Kami Diblok Polisi

Megapolitan
Wagub Sebut Pasien Omicron yang Meninggal di RSPI Sulianti Saroso adalah Warga Jakarta

Wagub Sebut Pasien Omicron yang Meninggal di RSPI Sulianti Saroso adalah Warga Jakarta

Megapolitan
Modus Baru Penjual Air Mineral di Tanjung Priok: Paksa dan Pukul Sopir Truk yang Tak Mau Beli

Modus Baru Penjual Air Mineral di Tanjung Priok: Paksa dan Pukul Sopir Truk yang Tak Mau Beli

Megapolitan
Murid SD Kelas 1 dan 2 Wajib Belajar Daring, Dindik Kota Tangerang: Terlalu Dini Pahami Prokes

Murid SD Kelas 1 dan 2 Wajib Belajar Daring, Dindik Kota Tangerang: Terlalu Dini Pahami Prokes

Megapolitan
Jalan Layang Kranji Rawan Kecelakaan, Dishub Kota Bekasi Beberkan 3 Penyebabnya

Jalan Layang Kranji Rawan Kecelakaan, Dishub Kota Bekasi Beberkan 3 Penyebabnya

Megapolitan
Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Tiga Lokasi Sekaligus

Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Tiga Lokasi Sekaligus

Megapolitan
Kapasitas PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Jadi 50 Persen, Ini Peraturannya

Kapasitas PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Jadi 50 Persen, Ini Peraturannya

Megapolitan
Saksi Sebut Pembaiatan di Makassar yang Dihadiri Munarman Terpantik dari Ceramah Rizieq Shihab

Saksi Sebut Pembaiatan di Makassar yang Dihadiri Munarman Terpantik dari Ceramah Rizieq Shihab

Megapolitan
Saat Anies Tak Serius Laksanakan Normalisasi Sungai, Ketua DPRD: Takut Disebut Tukang Gusur

Saat Anies Tak Serius Laksanakan Normalisasi Sungai, Ketua DPRD: Takut Disebut Tukang Gusur

Megapolitan
Dagangan Tak Dibeli, Penjual Minuman Pukul Sopir Truk hingga Pingsan

Dagangan Tak Dibeli, Penjual Minuman Pukul Sopir Truk hingga Pingsan

Megapolitan
Titik Lokasi Banjir Tegal Alur Sudah Surut

Titik Lokasi Banjir Tegal Alur Sudah Surut

Megapolitan
Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Megapolitan
Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Megapolitan
Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.