Kompas.com - 11/04/2014, 13:24 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun menemukan adanya mark up hingga pos anggaran berlipat di APBD 2014 di dinas yang dipimpinnya tersebut. Temuan itu pun langsung dilaporkan ke Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Lasro menjelaskan, temuan mata anggaran "dobel" dalam APBD 2014, berjumlah cukup fantastis, yakni Rp 700 miliar.

"Misalnya ada mata anggaran perencanaan rehab total di salah satu sekolah. Rupanya di perencanaan lain ada rehabilitasi total di sekolah yang sama," ujar Lasro di Balaikota Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Sementara itu, temuan mark up anggaran, lanjut Lasro, mencapai Rp 500 miliar. Penggelembungan yang dimaksud misalnya, ada mata anggaran penambahan lima pot.

Setelah timnya mengecek di lapangan diketahui bahwa sekolah itu hanya butuh dua pot bunga. Kepala sekolah juga tidak bisa menjelaskan hal itu.

"Kita akan pilah sekarang. Pokoknya akan kita laksanakan sesuai dengan kebutuhan saja. Sisanya, akan dikembalikan jadi silpa (sisa lebih perhitungan anggaran)," ujar Lasro.

Lasro mengatakan, penyusun perencanaan APBD 2014 bukan dia, melainkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebelumnya. Perlu diketahui Lasro baru menjabat sebagai Kadisdik DKI Jakarta sejak awal Maret 2014.

Sebelumnya, posisi Lasro diduduki Taufik Yudi Mulyanto yang kini menjadi salah satu anggota Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGuPP).

Sebagai langkah antisipatif, Lasro telah memerintahkan timnya untuk melaksanakan sensus sekolah. Sensus itu menginventarisasi kebutuhan sebuah sekolah. Setelah itu, dia akan membandingkannya dengan perencanaan anggaran yang masuk. Jika ada yang tidak sesuai, maka kepala sekolah akan dipanggil.

"Ini untuk APBD 2015. Kita harus begini supaya lebih baik lagi," ujar Lasro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.