Kompas.com - 11/04/2014, 22:56 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas belum dapat memastikan kapan pelaksanaan pembangunan tempat pengelolaan sampah menggunakan incinerator di setiap kelurahan di Jakarta. Hal itu karena anggaran yang dibutuhkan untuk membangun incinerator (mesin pembakar sampah) tidak terdaftar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014.

Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengatakan bahwa tujuan penempatan incinerator di setiap kelurahan ditujukan agar sampah Jakarta tak lagi diangkut ke Bantar Gebang.

"Kalau anggarannya terus terang belum masuk di 2014, mungkin nanti secara bertahap. Kalau bangun di setiap kelurahan, kami mesti cek lagi kelurahan mana yang sudah siap karena harus dipersiapkan, tidak bisa asal begitu saja," kata Tyas, sapaan Ediningtyas, di Balaikota Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Selain itu, Tyas juga belum dapat memastikan nilai anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut. Namun, ia memprediksi tak akan lebih mahal dari tempat pengelolaan sampah incenerator yang ada di Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Nilai investasi incinerator di tiap kelurahan belum tahu. Kalau yang di Sunter nilainya Rp 1,3 triliun," jelas Tyas.

Sebelumnya, Basuki mengatakan, ke depannya tidak akan ada lagi sistem pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah di Jakarta akan dilakukan dengan penempatan alat-alat pembakar sampah (Incinerator) di tiap kelurahan.

Menurut Basuki, Pemprov DKI lebih banyak dirugikan dengan sistem pengangkutan sampah di Bantar Gebang. Hal itu karena selama ini, Pemprov harus membayar Rp 123.000 per ton atas setiap sampah yang dibuang ke lahan milik pihak swasta yang mengelola Bantar Gebang, yakni PT Godang Jaya Tua. Padahal, lanjutnya, lahan yang dijadikan TPA merupakan lahan yang secara hukum dimiliki oleh Pemprov DKI.

"Di Bantar Gebang itu masalah, bagaimana bisa kita buang sampah di tanah kita tapi kita harus bayar Rp 123 ribu per ton. Jadi rencananya ke depannya kita akan langsung bakar, jadi tak perlu angkut-angkut lagi ke Bantar Gebang," ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

Megapolitan
Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah 'Outlet' di Jakarta Disegel

Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah "Outlet" di Jakarta Disegel

Megapolitan
3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

Megapolitan
Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Megapolitan
Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Megapolitan
Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 'Outlet' Holywings di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 "Outlet" Holywings di Jakarta

Megapolitan
Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Megapolitan
7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Megapolitan
6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.