Kompas.com - 12/04/2014, 13:18 WIB
Siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta Selatan menghadiri pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, usai Ujian Nasional di GOR Bulungan, Kamis (18/4/2013). TRIBUN / HERUDINSiswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta Selatan menghadiri pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, usai Ujian Nasional di GOR Bulungan, Kamis (18/4/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengatakan, mengejar target kelulusan ujian nasional (UN) hingga mencapai angka 100 persen bukanlah indikator untuk mengukur kualitas peserta didik.

Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana mendidik peserta didik agar dapat memahami materi pelajaran secara baik, guna mendapatkan hasil secara alamiah sesuai kemampuannya masing-masing.

Maka itu, Lasro menegaskan untuk tahun ini, Dinas Pendidikan DKI tidak akan memfokuskan lagi untuk mengejar target kelulusan hingga angka 100 persen. "Daripada mengejar target lulus 100 persen, lebih baik berupaya menghilangkan kecurangan dalam UN," kata Lasro saat dihubungi, Sabtu (12/4/2014).

Meski demikian, Lasro menegaskan bahwa pihaknya tetap menginginkan agar DKI Jakarta bisa mencapai target kelulusan hingga 100 persen. Bahkan, ia berharap agar peringkat DKI lebih baik ketimbang tahun lalu yang berada di posisi kesembilan nasional.

"Supaya siswa dapat menghadapi UN secara maksimal, kami terus melakukan pendalaman ke peserta didik, serta ke kepala sekolah dan guru. Siswa juga diberikan kesiapan mental bahwa UN bukanlah momok yang menakutkan," ucapnya.

Di Provinsi DKI Jakarta sendiri, akan ada sebanyak 119.879 siswa SMA/sederajat yang akan mengikuti UN selama tiga hari, yakni dari 14-16 April 2014. Jumlah tersebut terdiri atas 28.959 siswa SMA negeri, 25.811 siswa SMA swasta, 13.558 siswa SMK negeri, dan 51.551 siswa SMK swasta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.