Banjir di Jalan Serpong-Bintaro Timbulkan Kemacetan Panjang

Kompas.com - 14/04/2014, 17:06 WIB
Jalan Bhayangkara Raya yang menghubungkan Serpong dan Bintaro terendam banjir sehingga menyebabkan kemacetan, Senin (14/4/2014). Yohanes Debrito NeonnubJalan Bhayangkara Raya yang menghubungkan Serpong dan Bintaro terendam banjir sehingga menyebabkan kemacetan, Senin (14/4/2014).
|
EditorHindra Liauw
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan, selama tiga jam lebih menyebabkan Jalan Bhayangkara Raya, Serpong Utara, terendam banjir, Senin (14/4/2014) sore. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari arah Graha Raya Bintaro ke Serpong ataupun arah sebaliknya.

"Daerah ini sudah sering banjir. Kalau udah gini, pasti macet sampai ke Alam Sutra," kata Hasyim, warga Bhayangkara, di depan rumah makan miliknya, Senin.

Hasyim menambahkan, selokan yang dangkal karena tertutup tanah dan rumput liar menyebabkan aliran air terganggu sehingga menggenang.

"Saya terpaksa tutup warung siang ini karena air sudah masuk ke warung. Apalagi kalau mobil lewat, sering ada gelombang gitu dan airnya pasti masuk ke sini," sambungnya. 

Pria asal Solo, Jawa Tengah, ini terpaksa sibuk membersihkan warung makan miliknya dari sampah banjir. "Kalau sebulan begini terus, bisa bangkrut saya," pungkasnya.

Pendapat senada disampaikan Asep, warga Bintaro. "Saya biasa pulang ke rumah lewat daerah sini karena lebih cepat. Daerah ini sering banjir," kata Asep.

Menurut dia, banjir terjadi karena kondisi tanah yang turun, dan tidak ada daerah resapan air sepanjang Jalan Bhayangkara. "Kalau dilihat, tanah kayak turun, makanya mudah terendam banjir," ujarnya. 

Baik Hasyim maupun Asep berharap, masalah banjir di wilayah tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Berdasarkan pantauan Kompas.com, terdapat sejumlah titik di wilayah Bhayangkara Raya yang terendam banjir setinggi 20-30 cm.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang tiga kilometer lebih, dari arah Serpong ke Bintaro, ataupun sebaliknya. Tidak ada petugas kepolisian yang berjaga untuk mengatur arus lalu lintas di wilayah tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.