Kompas.com - 17/04/2014, 11:59 WIB
Demo warga Muara Bahari terhadap perintah penggusuran oleh PT KAI, Kamis (17/4/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinDemo warga Muara Bahari terhadap perintah penggusuran oleh PT KAI, Kamis (17/4/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan warga Muara Bahari, Jakarta Utara, kembali melakukan aksi unjuk rasa terhadap perintah penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), di Jalan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/4/2014). Aksi protes warga dipicu oleh pesan singkat yang diterima warga, yang diduga berasal dari PT KAI.

"Kami menerima SMS (pesan singkat) dari orang yang katanya bekerja untuk PT KAI bahwa akan ada penggusuran paksa hari ini," ujar Susianto, warga RW 011, Muara Bahari, Tanjung Priok.

Susianto mengatakan, PT KAI tidak manusiawi. Hingga saat ini, menurut dia, tidak ada kesepakatan maupun pembicaraan antara PT KAI dengan warga terkait konfirmasi kepemilikan sertifikat yang diakui oleh PT KAI.

Aksi ini, kata dia, adalah bentuk antisipasi warga terkait informasi penggusuran paksa oleh PT KAI.

Sebelumnya, sejumlah warga di RW 007, 011, dan 012, Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan unjuk rasa terhadap rencana penggusuran paksa oleh PT KAI, di depan StasiunTanjung Priok, Jakut, pada Senin 7 Aprli 2014.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Humas Daop I PT KAI, Agus Komarudin, mengatakan, di wilayah tersebut, PT KAI akan segera membangun tempat bongkar muat. Selain itu akan dibuat double track, jalur yang menghubungkan wilayah utara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.