"Keluhan Dinda" adalah Akibat Pelayanan PT KAI Belum Optimal

Kompas.com - 17/04/2014, 15:53 WIB
Penumpang naik ke atas KRL Commuterline tujuan Bogor, di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (2/7/2011).  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPenumpang naik ke atas KRL Commuterline tujuan Bogor, di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (2/7/2011).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai, "keluhan Dinda" yang menjadi perbincangan di media sosial merupakan bagian dari belum optimalnya kinerja PT KAI dalam memperbaiki layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, terutama menyangkut jarak waktu kedatangan antar-kereta di stasiun (headway).

Menurut Darmaningtyas, headway yang lama membuat jumlah penumpang yang menunggu di stasiun jadi menumpuk sehingga kondisi di dalam kereta menjadi berdesakan.

Tyas (sapaan Darmaningtyas) berpendapat, pengguna KRL sebenarnya tidak akan merasa keberatan untuk berdiri apabila headway bisa lebih sering. Sekalipun berdiri, tak harus berdesak-desakan.

"Kalau KRL penuh, itu sudah pasti. Tapi kalau headway cepat, keretanya sering, orang tidak akan masalah berdiri. Apalagi, KRL adalah angkutan perkotaan yang memang dirancang lebih banyak penumpang berdirinya supaya daya tampungnya lebih banyak," kata Tyas saat dihubungi, Kamis (17/4/2014).

Tyas juga menyoroti seringnya KRL mengalami gangguan sinyal. Menurut dia, gangguan sinyal telah membuat jarak tempuh kereta lebih lama, yang otomatis membuat penumpang berdiri lebih lama.

"Contohnya, dalam kondisi normal, KRL dari Bogor bisa tiba di Jakarta Kota dalam 1,5 jam. Namun jika ada gangguan sinyal, bisa sampai 2 jam lebih. Tentu, penumpangnya jadi berdiri lebih lama. Kan kesal juga," ujarnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan, seorang pengguna KRL bernama Dinda mengeluh di jejaring sosial Path setelah tempat duduknya diminta oleh seorang perempuan hamil. Curhat Dinda itu menuai caci maki dari para pengguna media sosial. Dia dianggap tidak memiliki simpati terhadap kaumnya sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

Megapolitan
Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Megapolitan
Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X