"E-Ticket" Transjakarta Bikin Ribet

Kompas.com - 22/04/2014, 10:26 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA Petugas berjaga menerima tiket kertas di depan mesin tiket elektronik yang belum beroperasi di Terminal Kalideres, Jakarta, Minggu ( 7/4/2013). Mulai Mei 2013, semua koridor transjakarta berencana akan menggunakan tiket elektronik (e-ticketing) dan sstem tiket manual akan dihilangkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan e-ticket transjakarta diberlakukan Senin (21/4). Atas kebijakan itu warga harus merogoh koceknya sebesar Rp 20.000 untuk pembelian e-ticket transjakarta.

Namun, hal tersebut malah membuat beberapa calon penumpang yang ditemui Warta Kota, Senin (21/4), di Halte PGC 2, Jakarta Timur, protes. Salah satunya adalah Rere (40), warga Cipayung, Jakarta Timur. Rere yang akan ke Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku kesal dengan kebijakan harus menggunaan e-ticket transjakarta.

"Kebijakan itu hanya bikin ribet. Mungkin tidak ribet bagi pegawai atau karyawan yang sering menggunakan transjakarta. Tapi, bagi yang jarang menggunakan transjakarta, sepertinya nggak perlu pake e-ticket. Cash aja cukup kok," ujar Rere kesal.

Hal serupa juga diungkap Lia (44), warga Duren Tiga, Jakarta Selatan. Lia mengaku terpaksa harus berjalan kaki ke halte PGC 1 yang tak jauh dari lokasi. "Haduh haduh, mau buru-buru begini aku Pak. Ada-ada aja deh pihak busway, bikin ribet," tutur Lia yang kecewa dengan keharusan membeli e-ticket.

Sementara, warga lainnya, Deni (35), mengaku tidak berkeberatan atas aturan baru tersebut. "Mungkin dengan pakai e-ticket, kita nggak perlu antre lagi," ujar Deni yang ditemui di Halte Kalideres, Jakarta Barat.

Meski Deni mengaku bukan penumpang rutin bus transjakarta, dirinya tidak menolak aturan tersebut. Awalnya, Deni mengaku terkejut. Deni mengira harga tiket bus transjakarta jadi Rp 20.000

"Ternyata, tiket itu dapat digunakan berkali-kali. Ini lebih baik, ketimnbang harus antre membeli tiket," ungkap Deni. (ml/m2/sab)


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya

15 Camat Dikawal Super Hero 'Avengers' Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

15 Camat Dikawal Super Hero "Avengers" Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

Regional
Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Regional
Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Regional
Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Megapolitan
Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Internasional
Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Nasional
Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Internasional
Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Regional
'Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa'

"Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa"

Regional
KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

Megapolitan
Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Internasional
Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Megapolitan
DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

Megapolitan
Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan 'Vlog Idiot' Ahmad Dhani

Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan "Vlog Idiot" Ahmad Dhani

Regional

Close Ads X