Kompas.com - 23/04/2014, 21:04 WIB
Suasana di pintu gerbang Jakarta International School, Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan, Rabu 923/4/2014). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERASuasana di pintu gerbang Jakarta International School, Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan, Rabu 923/4/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengharapkan pihak Jakarta International School (JIS) lebih kooperatif dan terbuka dalam kasus kejahatan seksual di sekolah tersebut. KPAI menduga JIS masih menyembunyikan banyak informasi penting lainnya.

"JIS harus kooperatif, tidak boleh gengsi sehingga bisa concerned mengusut para pelaku kejahatan seksual," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Gedung KPAI, Jakarta, Rabu (23/4/2014) malam.

Menurutnya, bila JIS tidak kooperatif, maka kasus ini akan sulit untuk diusut tuntas. Terlebih, saat ini ada korban kedua yang melaporkan kasus kejahatan seksual di sekolah tersebut. "Dari keterangan saksi di dalam, kata mereka, setahun lalu ada anak perempuan usia sembilan tahun pingsan di toilet sekolah. Diduga dia korban pemerkosaan. Masalah ini ditutup-tutupi pihak JIS," sambungnya.

Untuk itu, KPAI juga berharap JIS lebih terbuka dalam memberikan data dan informasi sehingga bisa membantu penyidikan kasus ini. Asrorun menambahkan, korban kedua merupakan warga negara asing sehingga pihaknya akan mengundang kedutaan besar negara tersebut untuk ikut menyelidiki masalah ini. Namun, Asrorun enggan menyebut nama pihak kedutaan besar terrsebut.

Selain itu, pihak KPAI juga akan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan pihak kepolisian untuk mengusut kasus kejahatan seksual terhadap korban kedua.

Seperti pemberitaan sebelumnya, satu lagi korban kejahatan seksual di JIS melapor ke KPAI. Korban juga merupakan teman akrab AK, yang merupakan korban pertama yang kasusnya sudah diusut pihak kepolisian. Ibu korban kedua merupakan campuran Indonesia-Jerman, sedangkan ayahnya warga negara asing.

Pihak KPAI enggan menyebut inisial dan asal ayah korban. Akibat kasus kejahatan seksual terhadap AK, saat ini TK JIS sudah resmi ditutup oleh Kemendikbud.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikut Nominal Zakat Fitrah DKI Jakarta Tahun 2021

Berikut Nominal Zakat Fitrah DKI Jakarta Tahun 2021

Megapolitan
Sejarah Masjid Jami Kalipasir: Tertua di Kota Tangerang, Berawal dari Gubuk Kecil untuk Syiar Islam

Sejarah Masjid Jami Kalipasir: Tertua di Kota Tangerang, Berawal dari Gubuk Kecil untuk Syiar Islam

Megapolitan
Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 22 April 2021

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Depok, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Depok, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 22 April 2021

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Megapolitan
Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Megapolitan
Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Megapolitan
Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X