40 Mobil Damkar Dikerahkan, Api Pasar Senen Belum Padam

Kompas.com - 25/04/2014, 09:18 WIB
Asap hitam mengepul dari Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang terbakar, Jumat (25/4/2014). KOMPAS.COM/ERVAN HARDOKOAsap hitam mengepul dari Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang terbakar, Jumat (25/4/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Api di Blok III lantai 3 Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih berkobar. Menurut Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Rahmat Kristantio, sampai sekarang api belum dapat dipadamkan karena angin semakin mengarah ke timur.

Sebagian dari kios di lantai 3 sudah habis dilalap si jago merah. Terutama kios yang berada di bagian barat Blok III lantai 3. "Terakhir terima kabar sudah 40 unit pemadam kebakaran, dan kami akan menambah lagi," ujar Rahmat Kristantio kepada Kompas.com di lantai 3 Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2014).

Penambahan ini, lanjutnya, guna menahan api yang sudah menghabisi sebagian besar kios. Kios di bagian selatan masih aman dan unit pemadam kebakaran (damkar) berusaha menghambat api membakar kios selatan.

Rahmat melanjutkan, ia menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 05.15 WIB. Menurut para saksi, kata Rahmat, mereka berusaha memadamkan sendiri, tetapi akhirnya tidak sanggup karena api terus membesar.

"Kami masih fokus pada pemadaman api. Terkait penyebab, belum kami fokuskan. Sebab, api sudah mulai merambat ke bagian utara," ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan, lantai 2 masih aman. Ia berharap, api tidak menjalar ke lantai lainnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Seluruh Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Seluruh Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Megapolitan
UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X