Cekcok, Sopir Angkot Ditembak, Juru Parkir Tewas Ditusuk

Kompas.com - 02/05/2014, 20:49 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Hanya gara-gara cekcok, sopir angkutan kota di Bogor ditembak orang tak dikenal. Di Jakarta Timur, petugas parkir tewas ditusuk pedagang buah, juga karena keduanya adu mulut.

Hingga Kamis (1/5/2014), sopir angkutan kota (angkot), Herdian (39), masih terbaring di ruang perawatan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Ayah dua anak itu baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di lutut kanan.

Menurut Ahmad (33), adik Herdian, penembakan itu terjadi saat kakaknya sedang mengendarai angkot 38 rute Wanaherang-Cibinong di Jalan Mercedes-Benz tak jauh dari Kantor Lurah Cicadas, Rabu pukul 11.00. ”Saat itu, kondisi jalan sedang sepi sehingga pelaku tak tertangkap,” katanya.

Mulanya, kata Ahmad, ada dua pria berboncengan sepeda motor menyenggol kaca spion angkot yang dikemudikan kakaknya. Merasa terganggu dengan perilaku dua pria tersebut, Herdian lantas menegur mereka. ”Sempat ada petugas parkir yang berusaha melerai,” kata Ahmad.

Yudi, juru parkir, dan Yusuf yang bertugas sebagai pengatur lalu lintas adalah dua orang yang melerai cekcok antara Herdian dan pengendara sepeda motor.

Namun, Yudi dan Yusuf malah dibuat terkejut karena pengendara sepeda motor itu malah melepaskan tembakan. Tembakan pertama mengenai tembok warung mi ayam. Tembakan kedua mengenai dan menembus pintu angkot sehingga melukai lutut Herdian. Pelaku kemudian kabur. Kejadian itu dilaporkan kepada polisi.

”Pelaku penembakan belum tertangkap,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Didik Purwanto, Kamis. Penyidik memang sudah memiliki sejumlah ciri fisik pelaku penembakan sebagai modal untuk perburuan.

Ahmad mengatakan, saat itu dia juga sedang mengemudikan angkot dan berada tak jauh dari Herdian. Namun, Herdian baru berteriak minta tolong setelah penembak melarikan diri. ”Saya pun tidak sempat mengejar pelaku,” katanya.

Ditusuk

Di Jakarta Timur, Rabu pagi, seorang juru parkir, Suhendi alias Otong (42), tewas setelah berkelahi dengan pedagang buah, Beni Saputra Jaya (23), di Pasar Kramatjati. Akibat perkelahian itu, kelingking kiri Beni putus.

Menurut Beni, perkelahian terjadi lantaran dirinya menghalangi Otong yang sedang menonton televisi. Beni mengaku, saat itu dirinya tak menyadari ada orang di belakangnya. Dia hanya langsung berdiri di depan televisi karena tertarik dengan siaran saat itu.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X