Kompas.com - 05/05/2014, 13:26 WIB
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan keterangan terkait kekerasan di Jakarta Timur kepada wartawan di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/5/2014). Kompas.com/Yohanes Debritho NeonnubKetua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan keterangan terkait kekerasan di Jakarta Timur kepada wartawan di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/5/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, siaran televisi harus mendidik bagi anak-anak. Sebab, maraknya adegan kekerasan dalam tayangan film dan sinetron yang disiarkan televisi menjadi salah satu sumber inspirasi bagi anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan.

"Siaran televisi menggunakan frekuensi yang merupakan wilayah publik sehingga harus safe bagi anak-anak. Tayangan televisi harus menjadi tayangan yang ramah bagi anak-anak," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/5/2014). 

Asrorun menambahkan, ada faktor tayangan tidak edukatif menjurus pada tindakan kekerasan yang ditiru oleh anak-anak. Tayangan yang memiliki konten kekerasan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan.

Menurut dia, media massa berperan dalam penyebarluasan informasi dan beragam konten. Untuk itu, pihak KPAI berharap media bisa bersikap bijak untuk tidak menayangkan film atau sinetron yang sarat kekerasan.

"Saat ini tayangan yang ramah dan mendidik bagi anak-anak masih sangat kurang. Kami berharap orangtua juga bisa mengawasi tayangan yang ditonton anak-anak," sambungnya.

Hal ini disampaikan KPAI untuk menanggapi peristiwa penganiayaan yang dilakukan siswa SD di Makasar, Jakarta Timur, sehingga temannya tewas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Megapolitan
Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Megapolitan
Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Megapolitan
Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Bekasi, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Bekasi, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 22 April 2021

Megapolitan
Jambret Ponsel Pejalan Kaki di Tambora, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi, Rekannya Kabur

Jambret Ponsel Pejalan Kaki di Tambora, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi, Rekannya Kabur

Megapolitan
Mengenal Sumi Hastry Purwanti, Polwan Pertama yang Jadi Dokter Forensik

Mengenal Sumi Hastry Purwanti, Polwan Pertama yang Jadi Dokter Forensik

Megapolitan
1.637 Pasien Covid-19 Tersebar di Depok, Terbanyak di Kelurahan Tanah Baru, Beji

1.637 Pasien Covid-19 Tersebar di Depok, Terbanyak di Kelurahan Tanah Baru, Beji

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Laporkan ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Pemprov DKI Minta Warga Laporkan ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X