Ahok Iming-imingi Warga agar Rela Jual Tanah kepada Pemprov DKI

Kompas.com - 05/05/2014, 16:09 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beserta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat menghadiri upacara pelantikan dan pengukuhan Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas, di halaman Balaikota Jakarta, Jumat (21/3/2014) Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beserta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat menghadiri upacara pelantikan dan pengukuhan Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas, di halaman Balaikota Jakarta, Jumat (21/3/2014)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap warga Jakarta yang memiliki tanah luas memiliki kerelaan hati menjual sedikit tanahnya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan ruang terbuka hijau. Ia berjanji, Pemprov DKI nantinya akan memberikan penganugerahaan kepada warga yang rela menjual tanahnya itu dengan cara pengabadian nama.

"Kami mau cari tanah untuk tempat bermain anak-anak. Jadi, bagi siapa pun yang mau jual, misalnya yang jual Pak Budi, dia mau kasih nama tamannya Taman Budi, ya tidak apa-apa," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (5/5/2014).

Selain untuk keperluan RTH, Basuki juga mengatakan bahwa Pemprov DKI juga tengah mencari lokasi lahan untuk pembangunan rumah susun terpadu. Dalam hal ini, kata dia, warga yang bersedia menjual tanahnya akan diberikan hadiah berupa pemberian unit rusun gratis.

"Misalnya punya tanah 130 meter persegi. Nanti selain dapat pembayaran tanah yang 130 meter, akan ada tambahan. Misalnya dapat tiga unit, ditambah ada sertifikatnya," ujarnya.

RTH di Jakarta tak bertambah

Beberapa waktu lalu, pakar tata kota dari Universitas Trisaksi Nirwono Yoga mengatakan, sejauh ini belum ada lonjakan persentase jumlah RTH yang ada di Jakarta. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI yang terus membangun dan merevitalisasi taman-taman belum juga mampu menaikkan persentase RTH di Jakarta yang masih hanya berkisar 9 persen, dari jumlah ideal 30 persen.

Menurut Nirwono, upaya yang dilakukan pemprov DKI dalam beberapa waktu belakangan hanya bertumpu pada pemeliharaan dan renovasi, bukan pada penambahan. "Kendati ada penambahan RTH dalam bentuk taman, tapi jumlahnya tidak terlalu siginfikan. Tidak menggeser rasio 9 persen itu," kata Nirwono di sela-sela peringatan Hari Bumi di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2014).

Menurut Nirwono, jika serius, penambahan RTH sebenarnya bukan perkara yang sulit bagi Pemprov DKI. Hal itu karena biaya pembangunan RTH untuk ukuran yang paling sederhana hanya berkisar Rp 5 juta per meter persegi.

"Jika dibandingkan dengan nilai APBD DKI 2014 yang mencapai Rp 72 triliun, tentu bukan perkara sulit untuk membangun RTH baru," ujarnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X