JIS Ingin PT ISS Ikut Bertanggung Jawab

Kompas.com - 06/05/2014, 13:16 WIB
Jakarta International School KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAJakarta International School
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Jakarta International School mendesak polisi agar menjerat PT ISS Indonesia, perusahaan outsourcing penyedia petugas kebersihan, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan seksual berupa sodomi kepada siswa TK JIS di lingkungan sekolah.

"PT ISS yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus ini. Dimana tanggung jawab ISS selama ini? Sama sekali tidak ada," kata Arry Pontoh, kuasa hukum JIS, saat mendampingi Kepala JIS Timothy Carr menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/5/2014).

Arry menjelaskan, saat ini, JIS tengah bernegosiasi dengan polisi dan keluarga korban, agar kasus ini menjadi tanggung jawab PT ISS Indonesia.

"Sebab pelaku bukan karyawan JIS, tetapi pegawai PT ISS. Selama ini, PT ISS memiliki reputasi baik, karenanya kami pihak JIS mempercayakannya. Namun, kepercayaan kami itu tidak digunakan dengan baik," kata Arry.

Menurutnya karena JIS lembaga sekolah atau lembaga pendidikan, sangat wajar pihak JIS tidak melakukan pengelolaan atas petugas kebersihan di sekolah karena sudah diserahkan ke PT ISS.

"Karenanya, ini semua harus menjadi tanggung jawan PT ISS yang tidak cakap mengelola dan merekrut pegawainya," ujar Arry.

Seperti diketahui kasus sodomi dengan korban siswa TK JIS yakni AK (6) dilakukan oleh 6 petugas kebersihan JIS, yang merupakan pegawai outsourcing dari PT ISS, yang salah seorang di antaranya adalah perempuan.

Keenam tersangka sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya, yang seorang di antaranya bunuh diri di toilet penyidik. Kini, lima tersangka mendekam di tahanan di Mapolda Metro Jaya. (Budi Malau)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X