Pemprov DKI Gelar Pameran Pariwisata di Sembilan Kota

Kompas.com - 07/05/2014, 16:10 WIB
Abang None Jakarta berpose di bus tingkat wisata saat diperkenalkan kepada masyarakat di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari. TRIBUNNEWS/HERUDINAbang None Jakarta berpose di bus tingkat wisata saat diperkenalkan kepada masyarakat di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi meningkatkan jumlah wisatawan domestik pada tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta merencanakan mengadakan program Jakarta Tourism Expo (JTE) 2014, yang akan digelar di sembila kota.

Kepala Disparbud DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, kesembilan kota yang telah dipilih adalah Palembang, Pontianak, Manado, Solo, Jayapura dan Makassar, Pangkalpinang, Balikpapan, dan Malang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi promosi kami dalam memajukan dunia pariwisata di Jakarta yang melibatkan para stakeholder industri pariwisata dari Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

"Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara selama 2013 berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 60 persen," kata Arie melalui siaran pers, Rabu (7/5/2014).

Menurut Arie, dalam kegiatan JTE nantinya akan diadakan berbagai pameran, di antaranya adalah pameran paket-paket wisata khusus ke Jakarta. Penyelenggaraan JTE 2014 akan dimulai di dua kota secara bersamaan, yakni Pangkalpinang dan Palembang pada 9-11 Mei 2014.

"Kita juga akan melakukan kegiatan table top dan gathering, guna meningkatkan kemitraan antara stakeholder industri pariwisata Jakarta dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) anggota ASITA di setiap kota pelaksanaan JTE," jelas Arie.

Data Disparbud DKI menyebutkan, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Jakarta sepanjang 2013 mencapai 31.646.700 orang, atau meningkat 9,12 persen dibanding 2012 yang mencapai 28.800.000 orang. Sementara jumlah wisatawan mancanegara pada 2013 mencapai 2,3 juta orang atau meningkat sekitar 7,8 persen dibanding tahun 2012 yang mencapai 2,15 juta orang.

Berbagai acara yang digelar di Jakarta sepanjang tahun 2013, antara lain Jakarnaval dan Jakarta Fair yang dilangsungkan pada saat peringatan HUT DKI, Jakarta Royal Heritage, Jakarta Religious Festival, dan Jakarta Marathon.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X