Kompas.com - 08/05/2014, 18:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau kampung deret khusus untuk nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamus (8/5/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau kampung deret khusus untuk nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamus (8/5/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan kampung deret bertema kampung nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/5/2014) sore. Jokowi melontarkan canda soal penataan kampung khusus nelayan itu.

"Sekarang sudah bagus semuanya. Jalannya sudah lebar. Ada air dari PDAM, tinggal ditarik ke sini. Drainasenya juga sudah, taman bermain juga ada. Semuanya kita beri," ujar Jokowi di depan ratusan warga.

"Hayo, mau minta apa lagi? Hah? Minta apa lagi coba?" canda Jokowi. Warga tertawa mendengarnya.

Jokowi mengatakan, kampung deret untuk nelayan di Cilincing adalah bagian dari pembangunan enam lokasi kampung deret di Jakarta Utara. Total, ada 1.800 rumah yang akan ditata demi dijadikan kampung deret.

Mekanisme pembangunan kampung deret di Cilincing, lanjutnya, sama dengan daerah-daerah lainnya. Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah mendata siapa saja yang mendapatkan hibah renovasi rumahnya melalui by name by address.

Satu meter lahan warga dihargai sebesar Rp 1,5 juta. Maksimal satu penerima hibah hanya mendapatkan 36 meter persegi atau sekitar Rp 54 juta.

"Semoga ke depan tidak ada kampung kumuh lagi," ujar Jokowi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kampung deret khusus nelayan berada sekitar 50 meter dari laut. Kondisi rumah tersebut tampak baik. Terdapat cat kuning dengan jalan selebar dua meter di depannya.

Di tepi-tepi jalan tersebut pun terdapat saluran pembuangan bersih. Saat peresmian oleh Jokowi, anak-anak setempat bermain di jalan depan rumah mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pencuri di Jakarta Barat Diringkus Polisi, 14 Unit Sepeda Motor Diamankan

Komplotan Pencuri di Jakarta Barat Diringkus Polisi, 14 Unit Sepeda Motor Diamankan

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker, Ini Kata Wali Kota Depok

Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker, Ini Kata Wali Kota Depok

Megapolitan
Saat Kenaikan Kapasitas KRL Tuai Pro dan Kontra di Antara Para Penumpang...

Saat Kenaikan Kapasitas KRL Tuai Pro dan Kontra di Antara Para Penumpang...

Megapolitan
PA 212 Bakal Unjuk Rasa di Kedubes Singapura berkait Kasus Penolakan Abdul Somad, Ini Tanggapan Polisi

PA 212 Bakal Unjuk Rasa di Kedubes Singapura berkait Kasus Penolakan Abdul Somad, Ini Tanggapan Polisi

Megapolitan
Perampok Minimarket Ditangkap di Senen, Motifnya Sakit Hati karena Dipecat

Perampok Minimarket Ditangkap di Senen, Motifnya Sakit Hati karena Dipecat

Megapolitan
Hepatitis Misterius Merebak, Orangtua Diminta Segera Bawa Anaknya ke Rumah Sakit jika Alami Gejala Ini

Hepatitis Misterius Merebak, Orangtua Diminta Segera Bawa Anaknya ke Rumah Sakit jika Alami Gejala Ini

Megapolitan
Klaim Dapat Sponsor dari Luar Negeri, Panitia Formula E Bakal Umumkan Sponsor Pekan Depan

Klaim Dapat Sponsor dari Luar Negeri, Panitia Formula E Bakal Umumkan Sponsor Pekan Depan

Megapolitan
Berkaca Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi Minta Korban Melapor jika Ada Kasus Perselingkuhan

Berkaca Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi Minta Korban Melapor jika Ada Kasus Perselingkuhan

Megapolitan
Meski Ada Pelonggaran, Sekolah di Jakarta Utara Tetap Wajib Pakai Masker

Meski Ada Pelonggaran, Sekolah di Jakarta Utara Tetap Wajib Pakai Masker

Megapolitan
Dinkes DKI: Rata-rata Pasien Hepatitis Akut Misterius Alami Gejala Demam, Mual, Muntah, Nyeri Perut

Dinkes DKI: Rata-rata Pasien Hepatitis Akut Misterius Alami Gejala Demam, Mual, Muntah, Nyeri Perut

Megapolitan
Sopir Kurang Konsentrasi, Toyota Innova Tabrak Pohon lalu Terperosok ke Got di Cikarang

Sopir Kurang Konsentrasi, Toyota Innova Tabrak Pohon lalu Terperosok ke Got di Cikarang

Megapolitan
Dinkes Jakarta Utara Imbau Warga Lansia dan Berkomorbid Tetap Pakai Masker

Dinkes Jakarta Utara Imbau Warga Lansia dan Berkomorbid Tetap Pakai Masker

Megapolitan
Polisi Buka Peluang Restorative Justice dalam Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino

Polisi Buka Peluang Restorative Justice dalam Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino

Megapolitan
Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku Bunuh Korban ke Suami lalu Serahkan Diri ke Polsek

Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku Bunuh Korban ke Suami lalu Serahkan Diri ke Polsek

Megapolitan
Kapasitas Ditambah Jadi 80 Persen, KRL dari Stasiun Tangerang Bisa Angkut Lebih Banyak Penumpang

Kapasitas Ditambah Jadi 80 Persen, KRL dari Stasiun Tangerang Bisa Angkut Lebih Banyak Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.