Kompas.com - 12/05/2014, 20:59 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun membenahi kondisi taman di sepanjang Jalan Raya Darmo dan Taman Bungkul Surabaya yang rusak diinjak-injak ribuan warga, Minggu (10/5/2014). 
SURYA/Habibur RohmanWali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun membenahi kondisi taman di sepanjang Jalan Raya Darmo dan Taman Bungkul Surabaya yang rusak diinjak-injak ribuan warga, Minggu (10/5/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kagum melihat aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat marah-marah dengan sebuah perusahaan es krim karena telah merusak Taman Bungkul, Minggu (11/5/2014) kemarin.

"Ibu Risma itu lebih galak daripada Ahok (Basuki). Ahok mana pernah kayak gitu," kata Basuki yang juga kerap memarahi anak buahnya saat rapat di Balaikota Jakarta, Senin (12/5/2014). 

Menurut dia, langkah Risma telah tepat. Sebab, Taman Bungkul itu telah menjadi kebanggaan warga Surabaya. Selain itu, Risma telah berupaya mempercantik Taman Bungkul dan menjadi "The 2013 Asian Townscape Sector Award" dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tak hanya mendapat dukungan PBB, penghargaan itu juga mendapat dukungan dari UN Habitat Regional Office for Asia and The Pacific, Asia Habitat Society, Asia Townscape Design Society, dan Fukuoka Asia Urban Research Center. Taman Bungkul Surabaya menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut.

"Saya kira semua orang pasti marah kalau melihat uang negara dipermainkan seperti itu. Tapi, aku enggak segalak beliaulah ya," kata Basuki.

Sebelumnya diberitakan, Risma mengungkapkan kerugian yang dialami akibat kerusakan Taman Bungkul mencapai Rp 1 miliar. Sebab, kerusakan memanjang di seluruh jalur hijau di Jalan Raya Darmo. Kerusakan juga terjadi di bagian depan Taman Bungkul, Surabaya.

Pemkot Surabaya juga telah melaporkan PT Unilever Indonesia selaku penyelenggara secara pidana ke polisi atas tuduhan perusakan serta perdata atas kerugian kerusakan taman yang diderita Pemkot Surabaya. Atas hal tersebut, Unilever berjanji akan menemui langsung Risma untuk meminta maaf. Unilever juga bersedia menanggung ganti rugi atas kerusakan Taman Bungkul, Surabaya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Banjir Jakarta, 5 Rute Transjakarta Dialihkan, Ini Rinciannya

Imbas Banjir Jakarta, 5 Rute Transjakarta Dialihkan, Ini Rinciannya

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
4 Petugas Terima Status Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum: Karena Mereka yang Tugas Saat Itu

4 Petugas Terima Status Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum: Karena Mereka yang Tugas Saat Itu

Megapolitan
Pasien di Wisma Atlet Melonjak, Banyak yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Ini Asal Negaranya

Pasien di Wisma Atlet Melonjak, Banyak yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Ini Asal Negaranya

Megapolitan
Wagub DKI Yakin Jakarta Akan Jadi Pusat Ekonomi meski Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara

Wagub DKI Yakin Jakarta Akan Jadi Pusat Ekonomi meski Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara

Megapolitan
Imbas Jalan Ahmad Yani Pulogadung Banjir, Gerbang Tol Cempaka Putih Ditutup Sementara

Imbas Jalan Ahmad Yani Pulogadung Banjir, Gerbang Tol Cempaka Putih Ditutup Sementara

Megapolitan
Kuasa Hukum Terdakwa Tunggu Dakwaan Dibacakan untuk Siapkan Pembelaan

Kuasa Hukum Terdakwa Tunggu Dakwaan Dibacakan untuk Siapkan Pembelaan

Megapolitan
Jadi Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, 4 Petugas Tak Ditahan dan Masih Bekerja

Jadi Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, 4 Petugas Tak Ditahan dan Masih Bekerja

Megapolitan
Banjir 60-70 Cm di Jalan Letjend R Suprapto, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

Banjir 60-70 Cm di Jalan Letjend R Suprapto, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

Megapolitan
19 Titik di Jakarta Terendam Banjir, Termasuk Jalan Depan Monas

19 Titik di Jakarta Terendam Banjir, Termasuk Jalan Depan Monas

Megapolitan
Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jakarta Utara Terendam Banjir

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jakarta Utara Terendam Banjir

Megapolitan
Jalan Ahmad Yani Pulogadung Terendam Banjir Setinggi 50 Sentimeter, Arus Lalu Lintas Tersendat

Jalan Ahmad Yani Pulogadung Terendam Banjir Setinggi 50 Sentimeter, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Aksi Curanmor yang Diduga Dilakukan Pasangan Suami Istri di Bekasi Terekam CCTV

Aksi Curanmor yang Diduga Dilakukan Pasangan Suami Istri di Bekasi Terekam CCTV

Megapolitan
Wagub DKI Benarkan Kasus Probable Omicron Ditemukan di Satu Sekolah di Jakarta Timur

Wagub DKI Benarkan Kasus Probable Omicron Ditemukan di Satu Sekolah di Jakarta Timur

Megapolitan
Jalan Bungur Raya Terendam Banjir 20 Cm, Arus Lalu Lintas Tersendat

Jalan Bungur Raya Terendam Banjir 20 Cm, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.