Kompas.com - 20/05/2014, 05:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi perkelahian antarpelajar di flyover Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014) sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan seorang pelajar tewas. Korban tewas adalah Aditya (16) pelajar SMK 1 Boedi Oetomo (Boedoet), Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Tawuran tersebut terjadi dilatarbelakangi saling ejek satu sama lain," ujar Kapolsek Senen Kompol Kartono kepada wartawan di Mapolsek Senen, Jakarta Pusat, Senin. Kartono mengatakan peristiwa tawuran maut pelajar ini berawal saat korban dan sekitar 15 orang temannya  melintas dÍ jalan tersebut. Mereka ada yang berjalan kaki dan ada yang mengendarai sepeda motor.

Pada waktu bersamaan, para pelajar SMK yang diduga berasal dari kawasan Poncol dan kawasan Kemayoran sedang berkumpul di halte bawah Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat. Tak disangka, pertemuan pelajar ini berbuah saling ejek. Adu mulut pun terjadi di antara mereka.

Kepolisian yang mendapatkan laporan mendatangi lokasi dan membubarkan pelajar. Saat membubarkan kericuhan, polisi menemukan seorang pelajar tergeletak di aspal jalan. Mereka segera melarikan korban ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit nyawa korban tak terselamatkan.

Korban mengalami luka sabetan celurit di perut bagian bawah. Sementara itu, tambah Kartono, Polsek Senen bekerja sama dengan Reskrim Polres Jakarta Pusat menangkap dua pelajar yang diduga sebagai pelaku yang menewaskan Aditya. "Inisialnya DW (17) dan RN (18)," sebut dia.

Kartono mengatakan terkait pengembangan penyidikan kasus tawuran pelajar tersebut, polisi juga menahan beberapa remaja lain. "Kami sudah limpahkan ke Polres Jakpus untuk pengembangan lebih lanjut. Selain itu, kami juga mengamankan beberapa remaja lainnya," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.