Kompas.com - 20/05/2014, 14:05 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkejut saat mendapat surat permohonan izin penyelenggaraan bagi-bagi es krim gratis oleh PT Unilever, di Balaikota Jakarta, Selasa (13/5/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkejut saat mendapat surat permohonan izin penyelenggaraan bagi-bagi es krim gratis oleh PT Unilever, di Balaikota Jakarta, Selasa (13/5/2014).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan terlibat lagi dalam proses pembelian bus.

Basuki menjelaskan, proses pembelian bus akan diserahkan ke PT Transjakarta dan operator-operator swasta yang sebelumnya tergabung dalam konsorsium.

Menurut Basuki, nantinya Pemprov DKI hanya akan berperan sebagai regulator, yang salah satu fungsinya adalah menetapkan standar bus yang harus dibeli oleh PT Transjakarta maupun para operator.

"Kita ingin tidak ada pembelian bus lagi. Jadi operator harus lakukan investasi. Mereka mau pakai merek apapun terserah mereka, toh kita bayarnya per kilometer. Tapi nanti akan kita buat standar bus yang layak dibeli. Jadi kalau nanti ada bus yang rusaknya cepat, tentu akan kita coret (operatornya)," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Tak hanya itu, Basuki juga mengungkapkan mengenai penerapan harga tiket. Menurutnya, layanan transjakarta memiliki rencana untuk mengadakan kerja sama penggunaan tiket dengan bus-bus kota reguler.

Menurut Basuki, bila kerja sama itu dapat direalisasikan maka ke depannya bus-bus kota reguler akan dapat menggunakan jalur busway, dan penumpang tidak perlu membayar biaya ganda apabila pindah dari transjakarta ke bus reguler, atau sebaliknya.

"Sekarang kan harga tiket transjakarta Rp 3.500, bus biasa Rp 6.000. Kalau bus biasa Rp 3.500 juga, tentu rugi kan. Tapi tidak apa-apa, nanti Pemprov yang bayarin," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dengan bus reguler, kata Basuki, kerja sama tiket juga dilakukan dengan layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. Kerja sama tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan dengan konsep business to business antara PT Transjakarta dan PT KAI.

"Nanti kita mau gabung dengan kereta. Nanti tiketnya satu. Jadi orang turun dari kereta langsung ke transjakarta tidak perlu bayar lagi," ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sore ini, Basuki direncanakan akan memimpin rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Transjakarta, di Balaikota Jakarta. Rapat kemungkinan juga akan dihadiri oleh operator-operator swasta yang selama ini telah ikut mendukung layanan transjakarta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pengemudi Mercy Tabrakan Saat Lawan Arah di Tol JORR, Polisi Tunggu Hasil Mediasi dengan Korban

Kasus Pengemudi Mercy Tabrakan Saat Lawan Arah di Tol JORR, Polisi Tunggu Hasil Mediasi dengan Korban

Megapolitan
Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Megapolitan
PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

Megapolitan
Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Megapolitan
Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Megapolitan
Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Megapolitan
Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Megapolitan
Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.