Korban Kekerasan Seksual di Saint Monica Jalani Terapi

Kompas.com - 20/05/2014, 14:39 WIB
Orangtua dan wali murid Sekolah Saint Monica mengantar anak-anak mereka sampai di depan pintu sekolah yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (16/5/2014). KOMPAS.COM/DIAN FATHOrangtua dan wali murid Sekolah Saint Monica mengantar anak-anak mereka sampai di depan pintu sekolah yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (16/5/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Orangtua siswa korban kekerasan seksual di playgroup Saint Monica, B (34), mengaku membawa putranya L (3,5) ke psikiater untuk memulihkan trauma. Pemulihan oleh psikiater dilakukan dengan terapi satu minggu sekali.

"Pemulihan terhadap anak diajak ke psikiater seminggu sekali. Psikiater menggali dan berusaha membuat L agar tidak tertekan," kata B, Selasa (20/5/2014).

Dalam pemulihan trauma L, lanjutnya, keluarga memercayakan kepada tim dokter yang terdiri atas delapan orang. Terakhir pemeriksaan terhadap L, kata B, dilakukan visum dan tes psikologis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Dari hasil visum terdapat luka banyak ruam-ruam (iritasi) merah di sekitar dubur," ujar B.


Dalam waktu dekat, L juga akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengecek kemungkinan adanya virus yang ditularkan oleh terduga pelaku, H atau S. Meski demikian, kata B, L sering merasa takut jika ke akan diperiksa oleh dokter.

Putranya itu juga masih mengalami trauma terhadap pelaku. L kerap kali mengucapkan, "ada orang jahat di sekolah" dan menunjukkan muka yang sedih dan takut setiap membicarakan sekolah.

Selain oleh tim dokter, B mengatakan, pemulihan trauma yang sangat besar juga melalui dukungan. "Sekeluarga selalu mendukung, menghibur, dan ajak bermain," katanya.

L diduga mengalami kekerasan seksual oleh guru ekstrakurikuler tarinya, Miss H atau S. Kekerasan itu diduga dilakukan di dalam kelas. B telah melaporkan kekerasan ini ke Polda Metro Jaya, dan hingga kini kasusnya tengah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Adapun tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian saat ini yakni melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk pengasuh bayi, orangtua, guru, dan terlapor sendiri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Megapolitan
Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Megapolitan
RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

Megapolitan
Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Megapolitan
Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Megapolitan
Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Megapolitan
Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Megapolitan
Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Megapolitan
Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Megapolitan
Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Megapolitan
Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Megapolitan
DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

Megapolitan
Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Megapolitan
Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Megapolitan
Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X