Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dishub DKI dan Pengembang Gelar Uji Coba Transjakarta Bekasi

Kompas.com - 23/05/2014, 14:26 WIB
Jessi Carina

Penulis


BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama dengan Pengembang Perumahan Harapan Indah melakukan uji coba terhadap infrastruktur halte transjakarta Pulogadung-Bekasi siang ini.

Uji coba ini untuk memastikan infrastruktur halte memenuhi standar untuk bus transjakarta. "Hari ini diadakan uji coba saja. Bus Transjakarta coba dibawa kesini untuk melintasi semua halte di Harapan Indah," ujar Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto di Harapan Indah, Jumat (23/05/2014).

Emanuel mengatakan uji coba ini dilakukan untuk menyesuaikan standar ukuran halte dengan bus Transjakarta, misalnya tinggi pintu halte yang harus sesuai dengan pintu masuk bus. Dengan begitu penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan ini tidak mengalami kesulitan saat menaiki bus.

Pihak pengembang perumahan Harapan Indah yang bertanggung jawab dalam pembangunan halte, Sudaryono, mengatakan uji coba ini sudah dua kali dilakukan. Saat ini pihaknya sedang mengejar pembangunan halte agar dapat selesai sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh Dishub Bekasi.

Setelah uji coba ini, kata Sudaryono, akan dipertimbangkan untuk menghilangkan trotoar yang saat ini ada di bagian bawah beberapa halte. Dia juga akan memasang pendingin ruangan di dalam halte dan memasang kaca khusus di jendela.

"Jadi fungsinya dilakukan uji coba ya ini. Agar kami tahu kekurangannya apa saja. Jadi bisa sekalian dibenahi. Saat ini pembangunan sudah 95 persen. Kami optimis, tanggal 26 halte selesai. Sesuai dengan waktu yang diberikan Dishub Bekasi," ujar Sudaryono.

Seperti diberitakan, koridor II transjakarta menambah panjang rute trayeknya, dari sebelumnya Harmoni-Pulo Gadung, menjadi Harmoni-Bekasi. Ini untuk kali pertama layanan bus transjakarta melayani hingga ke luar Jakarta.

Ada penambahan sekitar delapan halte baru terkait dengan perpanjangan trayek koridor II hingga ke Bekasi. Tambahan halte itu meliputi halte KIP, Tipar Cakung, Cakung United Tractors, Pasar Cakung, Cakung Cilincing, Bekasi Pulo Gebang, Ujung Menteng, dan Harapan Indah.

Perpanjangan rute dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan bus Transjakarta kepada masyarakat. Pasalnya, dari kota-kota penyangga seperti Bekasi banyak sekali warga yang menuju Jakarta.

Jam operasional bus tetap pukul 05.00 hingga pukul 22.00 dengan harga tiket pukul 05.00-07.00 sebesar Rp 2.000 dan pukul 07.00-22.00 sebesar Rp 3.500.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Minta Pedemo Tak ke Istana Negara, Kapolda Metro: Enggak Boleh Macam-macam...

Minta Pedemo Tak ke Istana Negara, Kapolda Metro: Enggak Boleh Macam-macam...

Megapolitan
Tak Jadi Kepung Istana Negara, Massa Aksi yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Membubarkan Diri

Tak Jadi Kepung Istana Negara, Massa Aksi yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Membubarkan Diri

Megapolitan
Perempuan yang Tewas di Kali Mookervart Sempat Minta Tolong Sebelum Tenggelam

Perempuan yang Tewas di Kali Mookervart Sempat Minta Tolong Sebelum Tenggelam

Megapolitan
UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Wajib Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Wajib Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

Megapolitan
Buntut Cekcok dengan Pria Difabel, Oknum Sopir Taksi 'Offline' di Terminal Kampung Rambutan Langsung Dibina

Buntut Cekcok dengan Pria Difabel, Oknum Sopir Taksi "Offline" di Terminal Kampung Rambutan Langsung Dibina

Megapolitan
Dua Orang Daftar Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P, Salah Satunya Dosen dari Luar Partai

Dua Orang Daftar Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P, Salah Satunya Dosen dari Luar Partai

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Mookervart Cengkareng, Korban Tewas Tenggelam

Jenazah Perempuan di Kali Mookervart Cengkareng, Korban Tewas Tenggelam

Megapolitan
Pemda DKJ Berwenang Batasi Jumlah Kendaraan Milik Warga Jakarta

Pemda DKJ Berwenang Batasi Jumlah Kendaraan Milik Warga Jakarta

Megapolitan
Massa Aksi Demo di Patung Kuda Hendak 'Long March' Kepung Istana Negara

Massa Aksi Demo di Patung Kuda Hendak "Long March" Kepung Istana Negara

Megapolitan
Pedemo yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Bakar Sampah di Patung Kuda

Pedemo yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Bakar Sampah di Patung Kuda

Megapolitan
Belasan Tahun PKS Kuasai Depok, PAN: Masyarakat Jenuh, Ingin Ganti Rezim

Belasan Tahun PKS Kuasai Depok, PAN: Masyarakat Jenuh, Ingin Ganti Rezim

Megapolitan
Polisi: Toko Bingkai 'Saudara Frame' yang Kebakaran Tak Punya Pintu Darurat

Polisi: Toko Bingkai "Saudara Frame" yang Kebakaran Tak Punya Pintu Darurat

Megapolitan
Disuruh Jalan Jauh untuk Naik Mobil 'Online', Pria Tunadaksa Cekcok dengan Sopir Taksi di Terminal

Disuruh Jalan Jauh untuk Naik Mobil "Online", Pria Tunadaksa Cekcok dengan Sopir Taksi di Terminal

Megapolitan
Pemilik Warung yang Dibacok ODGJ di Koja Alami Luka di Kepala

Pemilik Warung yang Dibacok ODGJ di Koja Alami Luka di Kepala

Megapolitan
Kronologi Satu Keluarga Pemilik Warung di Koja Diserang ODGJ Pakai Golok

Kronologi Satu Keluarga Pemilik Warung di Koja Diserang ODGJ Pakai Golok

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com