Dugaan Korupsi Pengadaan BBM, Dua PNS Jakarta Barat Ditahan

Kompas.com - 24/05/2014, 12:37 WIB
Warga melintas di depan mural yang menulis pesan moral antikorupsi di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/5/2013). Masyarakat mengekspresikan dukungan atas pemberantasan korupsi dengan beragam cara. KOMPAS/RIZA FATHONIWarga melintas di depan mural yang menulis pesan moral antikorupsi di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/5/2013). Masyarakat mengekspresikan dukungan atas pemberantasan korupsi dengan beragam cara.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menahan dua pegawai Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jakarta Barat Choirun Parapat mengatakan, pihaknya telah menahan dua tersangka, S (pejabat pembuat komitmen) dan K (bendahara) pada Rabu (21/5/2014) lalu. 

"Kami sudah menggeledah kantor Sudin Kebersihan pada November lalu. Sekarang S sudah ditahan di LP Cipinang dan K sudah ditahan di Rutan Pondok Bambu," kata Choirun, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Sabtu (24/5/2014). 

Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan BBM tahun anggaran 2012/2013 dengan memanipulasi laporan pertanggungjawaban keuangan. Akibatnya, terjadi kerugian negara sebesar Rp 15,09 miliar.

Hal ini sesuai dengan Laporan Perhitungan Kerugian Negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Choirun pun tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka baru atas peristiwa itu. Pihaknya juga telah memeriksa Kepala Suku Dinas Kebersihan Wahyu Pudjiastuti sebagai saksi.

"Dokumen sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan," kata Choirun.

Saat dikonfirmasi, Wahyu Pudjiastuti enggan berkomentar banyak. Hanya saja, ia membenarkan kedua pegawainya telah ditahan. Dia pun berjanji akan bersikap kooperatif atas perihal tersebut.

Kedua tersangka telah dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimum 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Megapolitan
Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Megapolitan
RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X