Kompas.com - 30/05/2014, 11:58 WIB
Dua unit truk sampah sumbangan PT Gaya Makmur saat diparkirkan di halaman Balaikota Jakarta, Selasa (20/5/2014) Alsadad RudiDua unit truk sampah sumbangan PT Gaya Makmur saat diparkirkan di halaman Balaikota Jakarta, Selasa (20/5/2014)
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini

BEKASI, KOMPAS.com — Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menolak dengan tegas permintaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal jam operasional truk sampah DKI. Pemprov DKI meminta kepada Pemkot Bekasi agar truk sampah diizinkan melintas siang hari.

"No way. Tidak bisa. Ubah dulu MoU sesuai kesepakatan. Karena sebelum jam 21.00 itu traffic line sedang tinggi-tingginya. Patuhi saja itu dulu," ujar Rahmat Effendi setelah acara serah terima gerbang exit Tol Bekasi Barat yang baru di Bekasi Selatan, Jumat (30/5/2014).

Rahmat Effendi mengatakan, revisi MoU kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi harus dilakukan. Menurut dia, berlakunya peraturan tentang truk sampah DKI hanya boleh melintas saat malam adalah keputusan yang sudah diperhitungkan matang-matang. Oleh karena itu, tidak dapat semudah itu diubah ketentuannya.

"Aturan jam operasional dari pukul 21.00 itu sudah saya perhitungkan bahkan sejak saya masih di DPRD. Sudah diperhitungkan. Supaya kepentingan warga tidak terganggu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk mengizinkan truk sampah miliknya mengangkut sampah ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang pada siang hari.

Usulan tersebut disampaikan oleh Dinas Kebersihan Kota Bekasi dalam rapat evaluasi pengelolaan sampah di kantor Wali Kota Bekasi. Menurut Pemprov DKI tidak ada hambatan apabila truk sampah DKI melintas di Bekasi pada siang hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Megapolitan
Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Megapolitan
Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X