Kompas.com - 30/05/2014, 20:29 WIB
Ratusan bus Transjakarta yang didatangkan dari Tiongkok pada 2013 masih mangkrak di PPD Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubRatusan bus Transjakarta yang didatangkan dari Tiongkok pada 2013 masih mangkrak di PPD Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Bus transjakarta yang dipersiapkan sebagai angkutan malam hari (amari) mulai beroperasi pada Minggu (1/6/2014) malam. Transjakarta itu akan beroperasi mulai pukul 23.00-05.00 WIB.

Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Pargaulan Butar-Butar mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 20 unit transjakarta yang akan beroperasi sebagai amari. "Delapan belas unit transjakarta itu untuk tiga koridor," kata Butar-Butar, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (30/5/2014). 

Adapun tiga koridor itu adalah Koridor I (Blok M-Kota), Koridor III (Kalideres-Harmoni), dan Koridor IX (Pluit-Pinangranti). Butar-Butar menjelaskan, akan disediakan sebanyak enam unit bus untuk masing-masing koridor. Sementara itu, dua unit bus lainnya akan digunakan sebagai cadangan.

Melalui uji coba penerapan amari ini, pihaknya akan mengevaluasi untuk menerapkannya ke koridor lain. Lebih lanjut, UP Transjakarta menjelaskan berbagai alasan mengapa tiga koridor itu disediakan tambahan bus amari. Ia melihat, banyak warga yang membutuhkan transportasi di jalur Koridor I.

"Kalau di Koridor IX itu mengakomodasi penumpang dari barat ke timur," kata Butar-Butar. 

Atas penerapan bus amari ini, UP Transjakarta tidak menambah gaji para pengemudi. Hanya saja, ia akan mengatur jadwal pengemudi yang bertugas pada pagi dan malam hari. Sementara itu, untuk tiketnya, harganya tetap Rp 3.500.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan, pihaknya telah merancang agar semua koridor transjakarta beroperasi 24 jam. Ia menjelaskan, bus-bus transjakarta yang digunakan sebagai transportasi amari adalah bus transjakarta lama, keluaran tahun 2003 atau 2004. Namun, busnya telah direkondisi dan diperbaiki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlah busnya sudah mencukupi. Jadi, dijalankan saja," kata Akbar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.