Dianggap Cemarkan Nama Baik Pristono, Ahok Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Kompas.com - 02/06/2014, 15:19 WIB
Dua orang anggota tim pengacara mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Hasan Basri dan Rizman Arif, saat adu mulut dengan ajudan dan pengawal pribadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Senin (26/5/2014) Alsadad RudiDua orang anggota tim pengacara mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Hasan Basri dan Rizman Arif, saat adu mulut dengan ajudan dan pengawal pribadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Senin (26/5/2014)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Razman Arif, melaporkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Punama atau Ahok karena dianggap mencemarkan nama baik kliennya. Ahok disebut makin memperkeruh konflik dalam kasus dugaan korupsi transjakarta berkarat di Jakarta.

"Kita minta Jokowi diperiksa (terkait bus berkarat). Karut-marut lagi ini, masuk Ahok menimpali, mengajak ribut lewat social media," ujar Razman di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Menurut Razman, Ahok banyak menimpali soal 14 unit bus transjakarta berkarat dan menduga Pristono melakukan penggelapan anggaran pengadaan bus. Razman menyebut, justru Ahok dan Gubernur DKI Jakarta yang kini nonaktif, Joko Widodo, yang patut dicurigai melakukan korupsi.

"Ahok dan Jokowi sulit kita bedakannya karena mereka terkait dalam persoalan ini," ujarnya.

Selain dianggap mencemarkan nama baik Pristono, Ahok juga disebut merendahkan profesi advokat dan menantang "adu jotos" dengan Pristono melalui media sosial. Oleh karena itu, tim kuasa hukum Pristono mengancam Ahok dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan pelanggaran Pasal 27 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X